Indonesia Turut Peringati Hari Kekayaan Intelektual se-Dunia

0
49
Foto: Istimewa

Nawacitapost.com –  Pada tahun 2010 World Intellectual Property Organization (WIPO) telah menetapkan setiap tanggal 26 April sebagai hari Kekayaan Intelektual dunia. Dalam memperingati hari Kekayaan Intelektual sedunia ke-17 tahun ini, Kementerian Hukum dan HAM RI menyelenggarakan rangkaian kegiatan dan mengusung tema “Kekayaan Intelektual Untuk Indonesia Yang Inovatif”. Untuk itu, Indonesia turut memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang diperingati setiap bulan April.

Dalam rilis resmi Kemenkumham yang diterima redaksi, Senin (23/4/2017), dijelaskan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kekayaan Intelektual se-Dunia ke-17 tahun 2017 ini salah satunya adalah “Kampanye Kekayaan Intelektual” pada kegiatan “Car Free Day” tanggal 23 April di pelataran UOB Plaza Jl. M.H. Thamrin Kav 8 – 10. Acara dimeriahkan dengan kegiatan jalan sehat, senam Zumba, deklarasi penandatanganan pada “Wall of Fame” dengan tema STOP PEMBAJAKAN, pemberian layanan informasi kekayaan intelektual, talkshow interaktif kisah sukses pemilik kekayaan intelektual, serta education games tentang kekayaan intelektual.

Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-17 itu sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 26 April 2017 dengan menggelar acara Forum Kekayaan Intelektual dengan tema KEKAYAAN INTELEKTUAL UNTUK INDONESIA YANG INOVATIF di Hotel Indonesia Kempiski Jl. M.H. Thamrin Jakarta.

Dalam Acara ini dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antar Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan Badan Penguasaan Kawasan Perdagangan  Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BPKPBPBB); Direktorat Jenderal Adminitrasi Hukum Umum dengan BPKPBPBB; Direktorat Jenderal Imigrasi dengan BPKPBPBB,  dan Penandatanganan Nota Kesepahaman  antara Kementerian Hukum dan HAM RI dengan beberapa Kementerian dan Lembaga Pemerintah lain guna lebih meningkatkan perlindungan Kekayaan Intelektual di Indonesia:

(a) Menteri Hukum dan HAM dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan,  Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Menteri Dalam Negeri, (b) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pertanian tentang Pelindungan Kekayaan Intelelektual Komunal. (c) Menteri Hukum dan HAM dengan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam tentang Izin Keimigrasian dan Pelayanan Jasa Hukum Pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.(d) DJKI dengan Perusahaan Gas Negara tentang Pendayagunaan dan Pelindungan Kekayaan Intelektual (e) DJKI dengan Sekolah Tinggi Teknik Nasional Jogjakarta tentang Pelindungan Kekayaan Intelektual

Dilanjutkan dengan diskusi panel dengan pembicara: Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,  Erricha Insan Pratisi Ketua Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA); Mr. Andrew Czajkowski Head, Innovation and Technology Support Section, Global Infrastructure Sector, World Intellectual Property Organization (WIPO) dan Mr. Juneho Jang WIPO IPO Business Solution Division.

Selain itu ada juga pemberian anugerah Kekayaan Intelektual dengan kategori untuk WIPO Medal for Inventor, WIPO Medal for Enterprise Trophy, WIPO School children’s Trophy, WIPO Medal for Creativity serta akan diserahkan sertifikat Indikasi Geografis dan Merek Kolektif Uni Eropa oleh Menteri Hukum dan HAM, untuk produk indikasi geografis:

  • Sawo Sukatani Sumedang, Jawa Barat
  • Kopi Robusta Empat Lawang Sumatera Selatan
  • Tenun Ikat Sikka Nusa Tenggara Timur
  • Duku Komering Sumatera Selatan
  • Kopi Arabika Kerinci Jambi
  • Kopi Gayo

Produk  Indikasi Geografis ini merupakan produk potensi geografis wilayah tertentu yang memiliki kualitas istiwewa karena dipengaruhi oleh faktor alam dan geografis serta memiliki potensi sebagai produk ekspor.

Diharapkan melalui perlindungan indikasi geografis  akan menjadi sumber devisa negara. Potensi indikasi geiografis menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi serta dapat digunakan sebagai aset perdagangan. Melalui sistem perlindungan indikasi geografis yang baik dan efektif, diharapkan potensi produk indikasi geografis indonesia dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here