Foto: Youtube

Nawacitapost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam mendorong penataan kawasan perikanan budidaya melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas.

“Tantangan terbesar pengembangan budidaya udang maupun ikan khususnya di kawasan tambak adalah penurunan kualitas lingkungan, sehingga memicu munculnya hama dan penyakit ikan. Salah satunya dipicu kondisi infrastruktur tambak yang buruk,” ujar Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam ketrangannya, Sabtu (15/4/2017).

Menurut Slamet, tambak-tambak tradisional membutuhkan penataan karena cenderung memiliki infrastruktur buruk dan tata letak yang tidak beraturan. Melalui penataan kawasan budidaya yang berbasis klaster akan memungkinkan pengelolaan dan penerapan biosecurity dengan mudah.

“Karena itu, perencanaan dalam rangka penataan kawasan budidaya yang terintegrasi dan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan menjadi suatu keniscayaan yang harus segera dilakukan di sentra-sentra produksi budidaya air payau,” jelas Slamet.

Data KKP menunjukkan bahwa potensi indikatif lahan budidaya air payau di Indonesia mencapai 2,9 juta hektar dengan total pemanfaatan hingga tahun 2015 mencapai 715.846 hektar atau baru sekitar 24,14 persen. Dari data luas lahan yang dimanfaatkan, tambak tradisional masih mendominasi dengan tingkat pemanfaatan lebih dari 60 persen dari total lahan termanfaatkan. (rian)

Baca juga :  1.539 Siswa di Kabupaten Malang Terima KIP dari Jokowi