Menkumham Yasonna Bahas Kerja Sama Pemberantasan Narkoba dan Terorisme dengan Dubes AS

11
121
Foto: Istimewa

Nawacitapost.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly membahas tiga isu utama dengan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph Donovan, di kantor Kemenkumham, di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Tiga isu utama yang menjadi perundingan antara kedua pejabat itu ialah mengenai kerja sama pemberantasan narkotika, terorisme dan paten farmasi di Indonesia.

“Prioritas terbesar dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia ialah membuat regulasi Hukum di Indonesia yang lebih baik lagi, khususnya mengenai pemberantasan narkotika, terorisme, dan pembuatan vaksin flu,” ujar Yasonna Laoly di ruang Menteri Hukum dan HAM RI, gedung Ex. Sentra Mulia, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Yasonna menjelaskan soal pembinaan bagi para penyalahgunaan narkotika, serta hukuman kurungan bagi pelaku pengedar narkotika belum dapat dihilangkan. “Akan tetapi kita terus berusaha yang terbaik untuk memberikan pemahaman akan bahaya narkotika,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Yasonna menjelaskan mengenai tindak terorisme di Indonesia. Menurutnya Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dalam hal ini Pemasyarakatan dan Imigrasi, selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kepolisian RI (Densus 88), dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menanggulangi tindak terorisme.

“Sejauh ini Kemenkumham sudah berhasil menghentikan sebagian tindak terorisme dengan bantuan Densus 88/Polisi, dan BIN yang terus berjaga, serta mencari keberadaan pelaku terorisme,” terangnya.

Selanjutnya, Yasonna beserta jajaran juga membahas kerjasama dalam bidang farmasi dengan Amerika. Direktur Jenderal Administrator Hukum Umum (AHU) Freddy Harris menyatakan, Pemerintah Indonesia mengundang tenaga farmasi Amerika untuk membuat industri farmasi di Indonesia. Hal ini guna mempermudah distribusi farmasi di Indonesia.

“Sebagai contoh, di sebagian tempat di Indonesia, sulitnya memperoleh vaksin flu bagi anak-anak, membuat Pemerintah Indonesia tidak dapat mencegah virus flu yang sering menjangkit anak-anak Indonesia,” ujar Freddy.

Sebelum mengakhiri perundingan, Dubes AS memberikan tanggapan baik, bahwa mereka siap melanjutkan kerja sama yang lebih erat dengan Kemenkumham. “Semoga nanti ada win-win solution bagi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika,” harap Donovan. (val)

Comments are closed.