Foto: Istimewa

Nawacitapost.com – Siang itu, 28 Februari 2017, presenter Choky Sitohang sedang didapuk sebagai pembawa acara Sosialisasi Tahap Akhir Kebijakan Pengampunan Pajak.

Saat Presiden Joko Widodo tiba di lokasi, Choky meminta kepada presiden untuk memberikan pertanyaan kuis kepadanya. Sebagaimana diketahui, dalam setiap pertanyaan kuis yang diberikan Presiden, hadiah sepeda telah menanti.

“Pak Presiden, biasanya kan ada kuis berhadiah sepeda,” ujar Choky yang langsung disambut tawa ribuan pengusaha yang hadir kala itu.

Namun, saat Presiden Jokowi naik ke atas panggung, tanpa diduga Jokowi menerima “tantangan” yang diajukan Choky. Presiden langsung memulai arahannya.

“Tadi Choky ngomong ingin sepeda. Kalau bisa jawab pertanyaan akan saya beri. Sebutkan lima nama ikan,” kata Jokowi.

Singkat cerita, Choky berhasil menjawab pertanyaan Presiden dengan lancar. Momen tanya jawab antara Kepala Negara dan Choky Sitohang sukses membuat riuh suasana.

Ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah, hadiah sepeda yang hendak diberikan biasanya sudah disiapkan sebelumnya oleh Sekretariat Presiden. Tapi berbeda halnya dengan saat acara Sosialisasi Tahap Akhir Kebijakan Pengampunan Pajak itu berlangsung, pihak Sekretariat Presiden tentunya tidak menyiapkan.

Sebagai gantinya, Jokowi mengambil kartu nama dari sakunya, lalu diberikan kepada Choky. Kartu nama itu, kata Jokowi, dapat ditukarkan dengan sepeda di Istana Negara.

“Ya sudah ambil sepedanya di Istana,” ucapnya.

Para hadirin dan juga masyarakat yang melihat momen tersebut melalui tayangan televisi mungkin menganggap hal itu hanyalah sebuah candaan yang memang kadang disampaikan saat Presiden memberi sambutan.

Namun, Jokowi ternyata benar-benar menepati janjinya. Sebuah sepeda berhasil didapat Choky setelah ia datang ke Istana Kepresiden di Jakarta pada Kamis sore, 9 Maret 2017. Pria 34 tahun itu bahkan sempat mengayuh sepeda sejenak di Kompleks Istana Kepresidenan sebelum bertemu dengan para jurnalis.

Baca juga :  Malaysian Police arrested killer of Indonesian migrant

“Saya pikir bercanda doang,” ujar Choky sambil berpose dengan sepedanya di depan kamera.

Hal tersebut nyatanya juga berlaku untuk Muhammad Izzuddin Kurnia Adi atau yang biasa disapa dengan Mika, salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program S2 di Australia, dan juga Ibu Wetyowati Rahardja, seorang warga negara Indonesia yang menetap di Sydney.

Dalam acara bertajuk Temu Masyarakat Indonesia dengan Pak Jokowi dan Ibu Iriana pada 26 Februari 2017 di Darling Harbour Theatre, Sydney, keduanya juga dijanjikan hadiah sepeda setelah berhasil menjawab pertanyaan dari Kepala Negara.

“Saya biasanya kalau ke daerah itu selalu memberi kuis sepeda. Tapi di sini, saya mikir bawa dan kirimnya nanti seperti apa. Tapi saya persilakan maju. Nanti hadiahnya saya kirim dari Jakarta,” ucap Presiden saat itu.

Mika yang pertama maju ke hadapan Presiden ditanyakan kepadanya mengenai tujuh nama suku yang ada di Indonesia. Ia, yang menyapa Presiden dengan sebutan pakde, berhasil menjawabnya.

“Dayak, Badui, Jawa, Bugis, Batak, Sunda, Betawi,” jawabnya yang mengaku grogi saat bertemu Presiden.

Setelahnya, Ibu Wetyowati yang kemudian juga ikut menyapa Presiden Joko Widodo dengan sebutan pakde juga berhasil menjawab pertanyaan mengenai tujuh provinsi yang ada di luar Pulau Jawa.

Hadiah sepeda yang dijanjikan Presiden saat itu ternyata bukan candaan belaka. Keterangan dari Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Jumat (10/3/2017) menyebutkan, sepeda berlabel ‘Hadiah Presiden Jokowi’ tersebut telah diterima oleh Muhammad Izzuddin Kurnia Adi atau yang biasa disapa Mika, salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program S2 di Australia. Selain Mika, Wetyowati Rahardja, seorang warga negara Indonesia yang menetap di Sydney, juga mendapat sepeda.

Baca juga :  Brimob Polri Kirim Polwan Terbaik dalam Satgas Nemangkawi di Papua

Melalui sebuah acara sederhana di Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk New South Wales, Queensland, dan South Australia yang berkedudukan di Sydney pada Kamis, 9 Maret 2017, hadiah sepeda tersebut kemudian diserahkan kepada keduanya.

“Ibu Wetyowati dan Mas Mika telah menyampaikan kepada kami bahwa keduanya memiliki kesan mendalam kepada Presiden atas kebersahajaan dan kedekatan beliau kepada rakyat Indonesia. Pada acara penyerahan sepeda tersebut, bersama segenap staf KJRI, kami menyaksikan kembali rekaman acara itu,” ujar Yayan G.H. Mulyana, Konsul Jenderal RI di Sydney, melalui keterangan tertulis yang diterima Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada Jumat, 10 Maret 2017. (jar)