Dubes Inggris untuk Indonesia Sambut Kedatangan Pesawat A400 M di Lanud Halim

7
313

Nawacitapost.com – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, mengatakan, merasa senang menyambut kedatangan pesawat A400M milik RAF (Royal Air Force) di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ikut menyambut pesawat tersebut di Halim, Senin (6/3/2017).

Dalam pers rilis yang dikirim Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, hari ini, Duta Besar Moazzam Malik membanggakan kemampuan pesawat A400M yang disebutnya memiliki kemampuan paling multifungsi dibanding dengan pesawat lain yang ada di kelasnya, namun jauh lebih murah dari segi pembiayaan.

“Tapi pada saat bersamaan, A400M menawarkan efektivitas biaya yang tidak tertandingi,” jelasnya, dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (6/3/2017).

Kedatangan pesawat militer milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris Ini merupakan kunjungan kedua sejak Airbus membawa pesawat uji mereka ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada tahun 2012.

“Kunjungan ini memberikan Indonesia kesempatan untuk mendapatkan pemahaman langsung mengenai operasional A400M yang bertugas dengan RAF. A400M merupakan pesawat angkut yang paling canggih yang ada saat ini, sempurna untuk kebutuhan di kawasan ini serta lebih hemat biaya dibandingkan dengan pesawat lain yang ada sekarang,” ujar President Asia Pacific Airbus, Pierre Jaffre.

Pierre berharap, dengan kemampuan militer dan misi kemanusiannya, A400M adalah pilihan yang tepat untuk angkatan udara modern di banyak negara. Secara tersirat, dia menawarkan pesawat tersebut kepada pemerintah Indonesia.

“Kami berharap A400M bisa terbang dengan warna Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.

Keunggulan A400M

A400M melakukan penerbangan perdananya pada 11 Desember 2009. Pesawat produksi pertamanya diserahkan kepada Angkatan Udara Perancis pada Agustus 2013 dan mulai bertugas satu tahun kemudian.

A400M telah digunakan oleh Angkatan Udara Perancis dan Turki untuk operasi di Afganistan, Republik Afrika Tengah, wilayah Sahel di Afrika, Mali, dan di Timur Tengah untuk mendukung operasi udara di wilayah Irak dan Suriah.

Royal Air Force (RAF) sendiri memesan sebuah armada yang terdiri dari 22 pesawat A400M dan pesanan tersebut akan selesai dipenuhi pada tahun 2019. [ald]

Saat di darat, A400M dirancang untuk bongkar-muat kargo secara cepat dan otomatis tanpa perlengkapan pendukung khusus. Dilengkapi dengan alat kerek (winch) berdaya 32 ton di atas pesawat, serta alat derek (crane) berdaya 5 ton, area kargo dioptimalisasi untuk operasi dengan satu loadmaster dari unit kerja yang sepenuhnya terkomputerisasi, di mana loadmaster sebelumnya dapat merencanakan pengangkutan dari sebuah sumber data. Dengan meminimalisir waktu di darat, sistem A400M juga dapat mengurangi risiko pesawat terhadap aksi berbahaya.

Karakteristik kecepatan rendahnya menjadikan A400M ideal untuk menurunkan pasokan barang dari ketinggian rendah. Oleh karena itu, A400M dapat memastikan respons yang cepat dan langsung untuk keadaan apapun, menjadikannya alat transportasi taktis yang ideal. (rian)

Comments are closed.