Neraca Perdangan Defisit, BPN Prabowo-Sandi Salahkan Kebijakan Pemerintah

0
31

Jakarta, NAWACITA– Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengkritisi defisitnya neraca perdagangan Indonesia.

Data terbaru yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perdangangan Indonesia mengalami defisit hingga mencapai 2,05 miliar dolar AS.

Atas hal tersebut, Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier menilai defisit neraca perdagangan Indonesia itu disebabkan saat ini Indonesia tidak memiliki ekspor andalan.

“Pertama, defisit itu karena ekspor kita melemah, kita tidak punya ekspor andalan. Di era orde baru, kita punya komoditas ekspor andalan dan dikawal oleh pemerintah dan itu berhasil seperti playwood dan tekstil jalan,” kata Fuad dalam diskusi bertajuk “Nestapa Ekonomi Indonesia 2018” di Media Center Prabowo-Sandi, di Jakarta, Rabu, (19/12).

Diterangkanya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintan selama ini melalui paket ekonomi tidak memberikan dampak terhadap nilai ekspor serta valuta asing. Ini disebabkan karena program yang dikeluarkan tidak dikawal dan dijalankan dengan baik.

Belum lagi dengan kebijakan penerapan B20 atau pencampuran 20 persen minyak sawit ke solar tidak berdampak besar bahkan penyebab terbesar defisit dagang saat ini disumbang oleh sektor migas.

“Untuk mengurangi neraca perdagangan makanya ada B20, itu gak jalan, angka itu tidak pengaruh B20, kalau dikasih B20 rusak mesin kita, itu memang untuk bantu harga sawit yang jatuh,” ujarnya.

Selain itu, sektor migas selalu menjadi penyebab defisit neraca perdagangan dikarenakan pada saat ini masih kurang eksplorasi sehingga pemerintah selalu melakukan impor BBM.

Dia menjelaskan, defisit neraca perdagangan itu berkaitan dengan impor BBM, Indonesia konsumsi sekitar 1,6 juta barel namun produksi kita 750 ribu barel.

Hal lain yang menjadi penyebanya adalah tindakan koruptif dari pejabat negara juga menjadi penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia sehingga menghambat kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

(Red: Juan, sumber Ant)S

Tinggalkan Balasan