Sarman Simanjorang, Anak Petani Yang Berserah Kepada Tuhan

0
817
kiri ke kanan ; Sarman Simanjorang dan Sandiaga Uno (foto sebelum covid -19)

Jakarta, NAWACITAPOST – Ketika Sarman Simanjorang kelas 2 SMP, ayahnya meninggal dalam usia 81 tahun (1981). Kemudian lulus SMP, dirinya merantau ke Jakarta menggunakan kapal Pelni Tampomas. Doa dan pesan ibunya saat mau ke Jakarta, ‘Kamu harus lebih baik daripada kami.’ Tinggal bersama kakaknya yang telah lama merantau di Jakarta, ujar pria kelahiran Sumbul, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, 14 Juni 1965.

MELIHAT orang naik motor, bawa mobil, dan melihat rumah mewah di Jakarta. Terbesit didalam hatinya harus bisa. Tekad itu terus membaranya, tutur lulusan SMAN 44 Jakarta. Setelah itu kuliah di sebuah Universitas Bekasi, dan S2 STIAMI Jakarta.

Dunia usaha pun dijalaninya. Sales asuransi, dan sales adveteristing atau periklanan ditekuninya. Tahun 1991 memutuskan membuka usaha periklanan dan berkembang terus. Bidang kontraktor pun digelutinya, tapi sebelum menggeluti bidang itu dimulai. 3 bulan mencoba sebagai tukang kuli bangunan di sebuah pembangunan sekolah, Jakarta Barat. Hanya untuk mencari tahu bagaimana seluk beluk menjadi kontraktor, tegas anak petani ini.

Berbekal Organisasi Karang Taruna, Pondok Kopi, Jakarta Timur, tentu usaha periklanan, serta pergaulan yang luas dengan berbagai kalangan. Tahun 1995 memberanikan diri masuk sebagai anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan diwawancara lansung oleh pemilik Sahid Grup, Sukamdani Sahid Gitosardjono. Bahkan jenjang jabatan HIPMI secara paripurna ditapaki seperti tangga; Anggota Biasa, Wakil Ketua Departemen, Ketua Departemen, Wakil Sekretaris Umum, Sekretaris Umum, dan Carateker Ketua Umum HIPMI Jaya, puncaknya adalah Ketua I Bidang Organisasi DPP HIPMI saat Ketua Umumnya  HIPMI Pusatnya Sandiaga Uno.

Baginya pertemanan, dan jalinan persahabatan dengan siapa saja adalah modal kesuksesan. Dan, terus dilakukannya hingga kini.  Namun, keberhasilannya tak dinikmati sendiri. Melalui ilmu dan pengalaman hal itu dibagikan kepada komunitas kaum muda terutama yang mau berusaha.

Tips Berusaha

Ketika Anda mau berusaha hilangkan rasa ragu. Sebab, keraguan itu 50 persen adalah kegagalan. Namun tanamkan rasa optimisme. Karena optimisme itu menggambarkan semangat. Jangan putus asa, Jangan menyerah, jelas pengusaha yang selalu membagikan cara-cara berusaha kepada siapa saja.

Baginya, apapun harapan, cita-cita, keinginan, maka kerjakanlah sesuai dengan kemampuan. Teruslah bekerja, bekerja keras, juga perbanyak teman itu juga modal. Jika, semua itu sudah kita lakukan, serahkanlah kepada Tuhan. Perkara berhasil atau tidak, sukses atau tidak. Intinya jangan sedikitpun kita menyerah. Daripada punya cita-cita tinggi, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, itu sama juga mimpi di siang bolong.

Ada tiga hal yang bagi Sarman sangat berkesan dan selalu diungkapkan dalam berbagai kesempatan dirinya bertemu handai tolan. Pertama, kaum Muslim bilang kita tidak akan pernah berubah, kalau kaumnya sendiri tidak ingin berubah. Kedua, kaum Nasranai berkata ; Ketoklah pintu akan dibuka mintalah akan dikasih akan diberikan. Ketiga, Lagu dari Band D’ Masiv yang syairnya Syukuri Hidup Ini jika kita sudah bekerja keras yakinlah pasti akan dibukakan jalannya.

Pada dasarnya, Setiap manusia yang lahir ke dunia, Tuhan sudah memberikan kelebihan. Maka gunakanlah kelebihan itu untuk kegiatan yang positif, demi bangsa dan negara.

Sarman Simanjorang

  • Ketum DPD HIPPI DKI Jakarta
  • Waketum PB PRSI
  • Waketum DPP APPSI
  • Waketum Forum CSR
  • Anggota LKS Tripartit Nasional
  • Direktur Eksekutif APKASI
  • Mantan Ketua I Bidang Organisasi HIPMI Pusat (Ketua Umumnya Sandiaga Uno)