Penandatanganan MoU Tokoin-KuCoin; Tokoin Garap UMKM

1
332

Jakarta,NAWACITA-Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Tokoin dan KuCoin  untuk mengembangkan adopsi blockchain di Indonesia, Sabtu (7/12/19) di Hotel Atlet Century, Jakarta, CEO Tokoin Reiner Rahardja menjelaskan, Tokoin saat ini fokus mengakselerasi pertumbuhan UMKM melalui implementasi blockchain sebagai alat pembayaran dan bertransaksi dalam kegiatan bisnis mereka.

Baca Juga: Tokoin-KuCoin Teken MoU Kembangkan Blockchain

Melalui Tokoin, pebisnis UMKM dapat melakukan pembukuan digital serta membangun profil bisnis digital di sistem berbasis blockchain, sekaligus sebagai alat ukur kredibilitas yang dapat dipercaya untuk memudahkan akses terhadap institusi financial, pemasok, atau penyedia layanan.

“Kita fokus pada UMKM yang mengalami kendala keuangan. Mereka kita ajak download apps kita di smartphone. Apps ini berbayar Rp 1,8 juta setahun atau sekitar Rp 250 per bulan untuk kegiatan pencatatan aktivitas bisnis mereka sekaligus menjadi digital credit point,” jelas Reiner.

Digital credit point ini bisa digunakan oleh institusi keuangan untuk memberikan pendanaan. Volume trading per hari menurut Reiner sempat menembus 26 juta dolar AS. Jumlah pemegang account saat ini mencapai 5000-an user, terbanyak dari Vietnam dan China.  “Target kerjasama kita dengan KuCoin ini, kita diperkenalkan masuk ke pasar China,” ujarnya.

Reiner Rahardja menambahkan, Tokoin memiliki daya serap terbesar di dunia kripto dan blockchain di Indonesia, membantu KuCoin agar sukses di Indonesia berarti membantu semua masyarakat Indonesia untuk berhasil dalam industri blockchain.

Dia menyatakan, lewat event KuCoin Mega Meetup Jakartai, KuCoin bersama Tokoin berupaya membagikan lebih lagi tentang blockchain dan membawa masa depan langsung ke tangan rakyat Indonesia.

 

Comments are closed.