Penyelundupan Moge Harley Davidson di Garuda Indonesia, Bea Cukai Langsung Investigasi

1
255

Jakarta,NAWACITA- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan investigasi terkait temuan penyelundupan motor gede (moge) merek Harley Davidson di penerbangan Garuda Indonesia. Moge tersebut ditemukan dalam bentuk 15 rangkaian di bagasi milik penumpang.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Deni Surjantoro menyatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan pada penumpang yang diduga melakukan penyelundupan moge Harley Davidson tersebut. Pada 15 boks tersebut memiliki claim tag (tanda kepemilikan) atas nama SAW.

Selain itu, Bea Cukai juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak ground handling yang dalam hal ini adalah PT PT GMF AeroAsia.

“Kami sedang dalam proses pemeriksaan, untuk itu kami masih tunggu hasil dari proses tersebut. Kami berharap itu bisa secepatnya,” ujar Deni di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Seperti diketahui, Bea Cukai menemukan penyelundupan moge Harley Davidson pada 17 November 2019, di penerbangan perdana pesawat Airbus A330-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, milik Garuda Indonesia. Moge tersebut juga merupakan jenis barang bekas.

Oleh sebab itu, terkait detail pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku penyelundupan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sehingga sanksi yang dikenakan juga bisa sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Tapi ini masih menunggu proses penelitian lebih lanjut. Hasilnya nanti kami sampaikan,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pihaknya akan melakukan pengetatan pengawasan dan penguatan tim intelijen, guna menghindari penyelundupan tersebut terjadi kembali.

Selain itu, pihaknya juga melakukan peningkatan kerjasama dengan beberapa negara, salah satunya Singapura. Sehingga data pergerakan barang dari negara tersebut ke Indonesia bisa terpantau dengan jelas.

“Jadi Bea Cukai Indonesia dengan Singapura sehingga data barang yang keluar dari Singapura yang masuk ke kita lebih konsisten. Ini penting untuk valuasi ekspor-impor, juga menekan ruang penyelundupan,” kata dia ketika ditemui di Kantor Pusat Pajak, siang tadi.

 

 

Comments are closed.