Kemenperin Gelar Kompetisi Desain MOFP

2
178
Kemenperin Gelar Kompetisi Desain MOFP
Kemenperin Gelar Kompetisi Desain MOFP
Jakarta, NAWACITA – Kementerian Perindustrian menggelar kompetisi desain dan konsep bisnis yang dilanjutkan dengan coaching kepada 20 finalis terbaik pada ajang bernama Modest Fashion Project (MOFP) 2019 di Jakarta sebagai dukungan untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia.

“Program ini bertujuan untuk melahirkan wirausaha baru IKM fesyen muslim yang mandiri dan berdaya saing,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa.

program dilakukan melalui kompetisi desain dan konsep bisnis, di mana 20 finalis terbaik selanjutnya mendapat pelatihan serta diberikan fasilitasi izin usaha, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta akses pasar.

Pada 12-16 November 2019 Kemenperin menggelar Inaugurasi MOFP sebagai acara puncak dari program MOFP tahun 2019 yang telah memilih 20 finalis terbaik dan akan menampilkan 10 finalis MOFP 2018 yang telah mendapatkan pelatihan.

Baca juga: Pemkot Mataram Siapkan Posko Bencana

Program lain yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim melakukan bimbingan teknis dan peningkatan capacity building bagi para pelaku IKM fesyen muslim, bimbingan dan sertifikasi SKKNI pakaian jadi, pembuatan platform clothing line sebagai implementasi dari industri 4.0 serta uji coba pasar dalam dan luar negeri.

Kompetisi MOFP 2019 diikuti oleh 319 orang peserta dari berbagai daerah dengan jumlah karya terkumpul sebanyak 1.914.

Inaugurasi MOFP merupakan puncak acara dari program MOFP yang akan dilaksanakan selama lima hari pada 12-16 November 2019 di F1 dan F3 Atrium FX Sudirman.

Rangkaian kegiatan meliputi pameran, fashion show karya para finalis MOFP dan 14 desainer nasional, talkshow,sosialisasi, demo kecantikan, cosmetic day, grand final serta pengumuman dan penyerahan pemenang Kompetisi MOFP 2019 dan Kompetisi Kosmetik bagi startup IKM Kosmetik.

50 peserta yang meliputi komoditi fesyen muslim, tas, alas kaki, kosmetik, perhiasan, aksesoris, kaca mata, kopi, makanan, dan aplikasi/platform digital. Pada kesempatan ini akan dilaksanakan Penyerahan Sertifikat Indikasi Geografis Tenun Ulap Doyo kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat.

Comments are closed.