Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Moeldoko meminta petani untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawitnya. Sebab, saat ini gap produktivitas perkebunan rakyat dengan perkebunan besar swasta (PBS) makin tinggi.
Tercatat, pada 2010 angka produktivitas perkebunan rakyat sebesar 2,5 ton/hektare sedangkan produktivitas PBS mencapai 2,99 ton/ha. Namun pada 2021, produktivitas perkebunan rakyat relatif stagnan pada 2,7 ton/hektare.
"Sedangkan produktivitas PBS meningkat menjadi 3,84 ton/ha,” ujar Moeldoko belum lama ini.
Moeldoko berpendapat perkembangan produktivitas kelapa sawit tidak bergerak membaik selama sepuluh tahun terakhir. Padahal kontribusinya juga penting dalam penyediaan pasokan produk kelapa sawit dan turunannya secara nasional.
Peran perkebunan rakyat dalam produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) nasional cukup tinggi. Tercatat, kontribusi perkebunan rakyat sebesar 16,7 juta ton atau 33,7 persen dari total produksi.
"Saya mengingatkan, jangan sampai ini semakin turun dan semakin turun, tidak ada alasan apa pun, tapi kita harus tetap waspada," tegas Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) itu.