Surabaya NAWACITAPOST – Sesuai Data yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, Rabu 15 Juni 2022, Ekspor Jawa Timur bulan Mei 2022 mengalami penurunan sebesar 15,87 persen dibandingkan bulan April 2022, yaitu dari USD 2,20 miliar menjadi USD 1,85 miliar.

Sementara dibandingkan Mei 2021, nilai ekspor mengalami peningkatan yaitu sebesar 10,03 persen. Penurunan nilai ekspor dibanding bulan lalu disebabkan oleh menurunnya kinerja ekspor nonmigas di Jawa Timur.

Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas mengalami penurunan sebesar 18,11 persen, yaitu dari USD 2,09 miliar menjadi USD 1,71 miliar. Namun demikian nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 92,56 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan Mei 2021, nilai ekspor sektor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 10,28
persen.

Sedangkan nilai ekspor sektor migas pada bulan Mei 2022 naik sebesar 27,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari USD 108,07 juta menjadi USD 137,59 juta. Peranan ekspor sektor migas menyumbang 7,44 persen total ekspor Jawa Timur pada bulan ini. Jika dibandingkan dengan Mei 2021 nilai ekspor migas mengalami kenaikan sebesar 7,02 persen.

Jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang (HS) 2 digit, maka di bulan Mei 2022, golongan Tembaga (HS 74) menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar USD 206,29 juta. Nilai tersebut naik sebesar 23,63 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai USD 166,86 juta. Golongan komoditas ini berkontribusi sebesar 12,05 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan paling banyak diekspor ke Malaysia dengan nilai USD 63,47 juta.

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah golongan Perhiasan/permata (HS 71) yang menyumbang nilai ekspor sebesar USD 153,41 juta atau naik sebesar 6,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 8,96 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Jepang dengan nilai USD 118,09 juta.

Baca juga :  Sri Mulyani : APD Tetap di Ekspor Walaupun Kebutuhan Dalam Negeri Naik

Begitu juga dengan Impor, di Jawa Timur bulan Mei 2022 impor mengalami penurunan sebesar 6,47 persen dibandingkan bulan April 2022, yaitu dari USD 2,77 miliar menjadi USD 2,59 miliar. Penurunan nilai impor ini di satu sisi disebabkan oleh kinerja impor sektor non migas Jawa Timur yang mengalami penurunan walaupun sektor migas mengalami kenaikan.

Impor migas bulan Mei 2022 ke Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 7,97 persen, dari USD 597,46 juta menjadi USD 645,09 juta. Impor migas menyumbang 24,49 persen dari total impor Jawa Timur pada Mei 2022 . Nilai impor migas ini mengalami peningkatan sebesar 13,39 persen bila dibandingkan dengan bulan Mei 2021.

Nilai impor nonmigas pada bulan Mei 2022 mengalami penurunan sebesar 10,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari USD 2,17 miliar menjadi USD 1,95 miliar. Impor nonmigas menyumbang 75,11 persen dari total impor Jawa Timur pada Mei 2022. Dibandingkan Mei 2021, nilai impor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 29,08 persen.

Pada Mei 2022, golongan Mesin dan peralatan mekanis (HS 84) merupakan komoditas utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar USD 155,76 juta atau naik sebesar 1,59 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai USD 153,33 juta. Kelompok barang ini mempunyai peranan 8,00 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar USD 64,47 juta.

Kelompok barang yang menduduki peringkat kedua adalah golongan Serelia (HS 10) yang menyumbang nilai impor sebesar 8,00 persen atau dengan nilai sebesar USD 155,66 juta. Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Kanada dengan nilai impor sebesar USD 44,00 juta selama Mei 2022.

Baca juga :  Rizal Ramli Sebut Indonesia Pernah Rajai Ekspor Gula, Sekarang Impor!

Peringkat ketiga barang masuk ke Jawa Timur adalah golongan Plastik dan Barang dari Plastik (HS 39) yang menyumbang nilai impor sebesar USD 143,61 juta atau memiliki peranan sebesar 7,38 persen. Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD 34,58 juta selama Mei 2022.

Peningkatan nilai impor nonmigas terbesar bulan Mei 2022 dibanding April 2022 terjadi pada golongan Biji dan buah mengandung minyak (HS 12) dengan nilai impor USD 118,70 juta dari bulan sebelumnya sebesar USD 73,11 juta atau naik USD 45,58 juta.

Sebaliknya penurunan impor terbesar terjadi pada golongan Ampas dan sisa industri makanan (HS 23), nilai impornya turun dari bulan sebelumnya sebesar USD 218,96 juta menjadi USD 118,67 juta pada bulan ini atau turun sebesar USD 100,29 juta. (BNW)