Hesti chandra S, Analis fungsi pengelolaan dan pengembangan UMKM, salah satu narasumber Capacity Building dan Media Gathering Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Yogyakarta, Jumat hingga Minggu, 10-12 Juni 2022.

Yogyakarta NAWACITAPOST – Demi menambah wawasan para awak media terkait Kebanksentralan, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengadakan Capacity Building sekaligus Media Gathering di Yogyakarta, Jumat hingga Minggu, 10-12 Juni 2022.

Selain menambah wawasan, agenda ini juga diharapkan meningkatkan kerjasama antara Bank Indonesia khususnya Perwakilan Jawa Timur dengan pihak media dalam penyampaian literasi kepada masyarakat perihal kebijakan serta capaian bank Indonesia yang mempunyai fungsi sebagai lembaga pemelihara kestabilan nilai rupiah.

Hadir sebagai narasumber di hari awal, Myrnawati savitri dan Sri mulyani handayu selaku Analis senior Fungsi data ekonomi dan statistik keuangan, memberikan wawasan betapa pentingnya Pemerintah melalui Bank Indonesia untuk melakukan Survey demi memperoleh Informasi sekaligus sebagai indikator dini untuk melihat kondisi perkembangan ekonomi.

Survey yang dilakukan BI meliputi 3 golongan responden, yaitu survey Rumah tangga, Dunia usaha serta survey lainnya/ad hok.

Nah, dari hasil survey tersebut, baru kemudian Bank Indonesia melalui rapat Dewan Gubernur merumuskan kebijakan dengan berpedoman pada Indeks keyakinan konsumen (IKK), Indeks keyakinan ekonomi (IKE), serta Indeks ekspektasi ekonomi (IEE).

” Survei Konsumen Mei 2022 mengindikasikan optimisme terhadap kondisi ekonomi terus menguat,” Jelas Myrnawati, dihadapan 50an awak media yang hadir.

” Hal ini terindikasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2022 sebesar 128,9, lebih tinggi dari 113,1 pada bulan sebelumnya, ” Tegasnya.

Paparan Diseminasi laporan perkembangan perekonomian provinsi Jawa Timur,  juga disampaikan dengan lugas dan jelas oleh Yayat cadarajat Ekonom ahli KPwBI Jatim.

Yayat menerangkan, Kinerja ekonomi Jawa Timur triwulan II 2022, diperkirakan meningkat seiring percepatan vaksinasi covid-19.

” Penurunan kasus covid-19 yang berlanjut hingga pertengahan triwulan II 2022, serta bertepatan momen Ramadhan dan Idul fitri, sehingga diperkirakan keyakinan konsumen dan pelaku usaha cukup kuat pada triwulan ini, ” Katanya.

Baca juga :  Kemkop dan UKM Identifikasi KUMKM Yang Terdampak Covid-19

Sementara kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2022, tumbuh sebesar 5,20% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 202, yaitu 4,59% (yoy).

” Hal ini ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan ekspor luar negri, ” Kata Yayat.

” Ekonomi Jawa Timur tahun 2022 diperkirakan mengalami perbaikan, Meningkat dan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021,” Tambahnya.

Di sesi terakhir, Hesti chandra S, memaparkan tentang Pengembangan UMKM, Inklusi Keuangan dan Keuangan Syariah.

Analis fungsi pengelolaan dan pengembangan UMKM ini menyampaikan apa-apa saja kebijakan yang sudah digulirkan Pemerintah bersama Bank Indonesia untuk pengembangan UMKM di Jawa Timur.

Selain festival Syariah, sejalan dengan program Optimis Jatim Bangkit 2022, kegiatan unggulan GBBI di Jawa Timur berfokus pada perluasan Rumah Kurasi, sertifikasi Kurator, dan sertifikasi halal melalui skema Ikrar Halal.

Begitu pun untuk UMKM di Surabaya, KPwBI Jatim juga bekerjasama dengan pemkot telah menghidupkan kembali geliat spot wisata di Jalan Tunjungan Surabaya. Realisasi ini diwujudkan dalam event ‘Tunjungan Romansa’.

” Jangan lupa, media juga diharapkan ikut mendukung suksesnya gelaran Festival Syariah Jawa didepan, ” Tukas Hesti. (BNW)