Jalankan Instruksi Jokowi, Pertamina Group Gandeng PLN Untuk Penyediaan Listrik di Proyek Pembangunan Kilang GRR Tuban

0
232
Joko Widodo Presiden beserta rombongan meninjau Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, pada tahun 2015. Foto: Biro Pers Setpres

Jakarta, NAWACITAPOST– Jalankan intruksi Presiden RI untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakkan Sektor-Sektor Strategis Ekonomi Domestik, serta sesuai dengan grand strategy energi nasional ke depan, Pertamina saat ini sedang menjalankan serangkaian Proyek Kilang dan Petrokimia berskala mega.

 

Melalui serangkaian proyek ini, Pertamina diharapkan mampu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk BBM, dengan meningkatkan kapasitas kilang dalam rangka optimalisasi produk BBM dan memperbaiki kualitas BBM dan Naptha, serta dapat memajukan perekonomian negara Indonesia dengan melakukan ekspansi bisnis secara masif ke industri petrokimia yang saat ini pun masih sangat bergantung dengan impor untuk pemenuhannya.

 

Sementara itu, GRR Tuban merupakan salah satu mega proyek yang saat ini menjadi perhatian Pertamina. Pembangunan Kilang Minyak yang terintegrasi dengan Komplek Petrokimia dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300 ribu barel per hari ini, akan memproduksi BBM sebesar 230 ribu barel per hari secara total, dan produk petrokimia dan aromatik sebesar 4.1 juta ton per tahunnya.

 

Namun demikian, di tengah upaya untuk mempercepat progress pembangunan kilang grass root refinery Tuban, Pertamina melalui anak usaha subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional juga berupaya untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendukung operasional kilang GRR Tuban yang direncanakan mulai beroperasi tahun 2027 di bawah pengelolaan Pertamina Rosneft.

 

Untuk memastikan penyediaan listrik, diperlukan kerja sama antar BUMN untuk mendukung operasional kilang GRR Tuban ke depannya.

 

Selain itu, Sinergi BUMN ini dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina Rosneft dengan PT PLN (Persero) terkait rencana kajian bersama dalam penyediaan listrik untuk kebutuhan proyek GRR Tuban yang ditandatangani langsung oleh Presiden Direktur Pertamina Rosneft Kadek Ambara Jaya dan Pavel Vagero selaku Direktur Keuangan dan Umum serta General Manager PLN Unit Distribusi Jawa Adi Priyanto pada Kamis (23/09) disaksikan oleh Wakil Menteri I BUMN, Pahala Mansury.

 

Dalam sambutannya, Wakil Menteri I BUMN, Pahala Mansurym menyampaikan bahwa penyediaan listrik untuk NGRR Tuban akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan sebagai sinergi BUMN kerja sama ini akan memberikan manfaat terkait efisiensi nasional.

 

“Bagi PLN kerja sama ini akan meningkatkan serapan tenaga listrik sehingga akan meningkatkan pendapatan, sementara untuk Pertamina Rosneft kerja sama ini akan membuat lebih fokus untuk meningkatkan kompetitifnya.”paparnya.

 

Melalui nota kesepahaman ini, Pertamina Rosneft dan PLN akan membuka peluang untuk melaksanakan kajian bersama untuk memastikan penyediaan suplai listrik hingga 20 Megawatt (MW) selama fase konstruksi dan commissioning. Selain itu dari hasil kajian tersebut nantinya akan ditentukan skema kerja sama yang paling optimal dan menguntungkan dari aspek bisnis serta akan mencakup pada penentuan penyediaan infrastruktur penunjang dan skenario konfigurasi sistem dan peralatan.

 

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/10/22/gebrakan-brilian-politisi-perindo-jokowi-presiden-berkelas-dunia/

“Fase konstruksi ditargetkan akan dimulai pada triwulan ke 3 tahun 2023 dan perkiraan kebutuhan listrik GRR Tuban pada fase ini yaitu sebesar 20 megawatt. Sedangkan untuk tahapan commissioning start-up utility yang akan dimulai di tahun pada triwulan ke 2 tahun 2026 kebutuhan listrik dapat mencapai 50 megawatt”, ungkap Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/hukum/2021/10/22/menkopolhukam-mahfud-md-tegaskan-pinjol-ilegal-tidak-penuhi-syarat-hukum-perdata

 

Lebih lanjut dia menyebutkan, konfigurasi Kilang Pertamina Rosneft saat ini memerlukan kepastian jaminan operasional kilang tanpa terputusnya aliran listrik sehingga diperlukan pasokan listrik yang andal.

 

 

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/news/2021/09/28/gebyar-akhir-tahun-nawacita-tv-gelar-kompetisi-berhadiah-jutaan-rupiah/

“Berhentinya operasi kilang dalam 1 hari sama dengan hilangnya potensi revenue sebesar USD 34 juta (setara dengan 480 miliar Rupiah) sehingga dibutuhkan jaminan suplai energi listrik terus menerus yang andal dengan “zero total failure”,” kata Djoko.

 

 

Inilah Alasan Zainudin Amali Pantas Mundur dari Menpora