Bambang Brodjonegoro Menteri Andalan Jokowi

0
764
Menristek, Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D 2019 -2024, foto tangkapan layar, Kamis (3/12/2020).

Jakarta, NAWACITAPOST – Sejak era Presiden keenam SBY. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro biasa disapa Bambang  pernah menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal di Kantor Kementrian Keuangan, kemudian menjadi  Menteri Keuangan.

Baca Juga : Doni Monardo Militer Aktif Yang Ditugaskan Khusus Jokowi Sebagai Kepala BNPB Dan Ketua Satgas Penanganan Covid -19 

PERIODE Pertama Presiden Jokowi, Bambang tetap dipercaya sebagai Menteri Keuangan 2014 – 2016, dan bergeser ke posisi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 2016 – 2019.  Periode Kedua Jokowi, Bambang menempati posisi Menristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

2019 – 2024.

Bambang sudah menjadi andalan Jokowi dalam membantu pemerintahan Kakek dari Jan Ethes, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, dan Panembahan Al Nahyan Nasution.

Kampus UI khususnya dunia dan aktivitasnya mengajar sudah menjadi darah daging yang tak bisa terpisahkan. Tak menjabat dan menjabat di pemerintahan. Jiwanya sebagai dosen melekat kuat dalam sanubarinya.

Keahliannya mengajar mata kuliah Ilmu Regional dan Ekonomi Pembangunan sudah terpatri dalam benak dan diaplikasikan bagi anak didiknya, tutur pria kelahiran Jakarta 54 tahun lalu ini yang sudah 18 tahun lebih mengajar di kampus yellow jacket.

Doktor lulusan  University of Illinois at Urbana – Champaign pada 1997 ini memulai karier di kampus UI, dimulai dari dosen, Kepala Program Studi, Ketua Jurusan hingga Dekan Fakultas Ekonomi UI. Saat ini menjadi Guru Besar Ekonomi  UI.

Bambang menjelaskan tentang  tugas dasar  dari  Kemenristek/BRIN yang mencakup  ilmu  pengetahuan atau science  teknologi dan inovasi. Semua kegiatan tersebut  diperlukan riset, karena itu bagian dari ilmu pengetahuan atau disebut LITBANGJIRAP (Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan).

Kepada Nawacitapost dalam wawancara virtual, Kamis (3/12/2020). Bambang menjelaskan mulai Covid -19, dan yang terkait dengan tugas di Kemenristek/BRIN

Sudah ada 9 bidang yang menghasilkan 49 produk, dan dicanangkan dengan 4 skala  prioritas  dengan penelitian nasional jangka menengah 2020 -2024.

Untuk mencapai hal itu diperlukan sinkronisasi, kordinasi dan harmonisasi. Contohnya, mobil  listrik. Supaya kita punya research kendaraan bermotor  listrik. Maka diperlukan kerjasama dengan perguruan tinggi. Mulai dari mendalami battery, kontrol data dan  sebagainya. Dikerjakan dalam satu atap LITBANGJIRAP, jelas suami dari Irina Justina Zega.

Yang jelas dan pasti kata ayah dari Daniswara Brodjonegoro, bahwa pemerintah bertugas  memfasilitasi. Tujuannya, supaya dunia usaha dan bisnis saling komunikasi dan bekerja  sama.

Terkait pandemi covid  19 , Kemenristek/BRIN berhasil menerapkan triple  helix. Sudah ada berbagai macam produknya, termasuk laboratorium dan terkait lainnya. Hal itu berguna dalam mengurangi ketegantungan pada impor, tutur Bambang yang masih bermain bulu tangkis 6 set (single dan double) dalam waktu 3 jam.

Sehingga situasi Covid ini. Indonesia mampu mengatasinya. Seperti mengubah minyak  intisari dari kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati yang berkualitas tinggi. Yang diperoleh dari kebun inti rakyat.

Ada juga kebutuhan militer yaitu drone, tidak melulu impor. Kemudian ada pesawat N 19 versi  Amphibi yang dikembangkan 100 persen anak bangsa Indonesia. Pesawat ini nantinya dapat  menghubungkan antar kepulauan, sekalipun tidak punya landasan pacu. Sebab, bisa mendarat di air dan laut. Sementara ini sedang diuji coba di kementerian  untuk mendapatkan sertifikat.

Semoga tahun depan sudah bisa terbang perdana pasca Covid mereda dan berhenti. Itu targetnya, jelas Direktur Jenderal The Islamic Research and Training Institute (IRTI) selama 2009-2011.