Terkait Covid 19 dan Kiat Pelaku Usaha, Sarman Simanjorang Mendukung Penuh Kebijakan Pemerintahan Jokowi

0
604
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN DKI Jakarta Masa Bakti 2019 - 2024 dan Ketua Umum DPD HIPPI Jakarta. Dalam tangkapan layar, Rabu (2/12/2020) malam

Jakarta, NAWACITAPOST –  Di acara Indonesia Business Forum (IBF), yang disiarkan TV ONE, Rabu (2/12/2020) malam. Sarman Simanjorang memaparkan tentang kondisi pelaku usaha, pengusaha termasuk UMKM dalam situasi Covid -19.

Baca Juga : Sarman Simanjorang, Anak Petani Yang Berserah Kepada Tuhan

WAKIL KETUA  Dewan Pertimbangan Kadin Jakarta, begitu pemandu acara IBF, Brigita Manohara menyapa Sarman dengan sebutan Bang Sarman. Bahwa pokoknya kalau ada Bang Sarman pasti ada solusinya, tutur Brigita.

Selanjutnya Brigita Menanyakan kepada  pria berdarah Batak yang selalu berpenampilan tenang dan selalu membawa  keputusan yang boleh melegakan semua pelaku usaha.

Covid  naik terus mulai dari angka 5000 sampai 6000 dan bisa membuat orang was-was. Jika tidak bisa dikendalikan virus ini, maka pertumbuhan ekonomi di akhir tahun ini akan semakin sulit dicapai?

Sarman Simanjorang  biasa disapa Sarman menjawab pertanyaan Brigita.  Kalau kita lihat dari hari kehari yang dilakukan pelaku dunia usaha adalah menonton pergerakan dari covid ini. Dalam arti kata wait and see.

Apalagi saat ini, Covid mengalami kenaikan, maka secara psikologis pelaku usaha akan terganggu. Dampai kapan derita ini akan berlangsung, juga sampai kapan akan berakhir?  Tentu kebijakan perlu dilakukan, tegasnya.

Lanjut Sarman, bahwa sudah 9 bulan covid ini melanda Indonesia dan dunia, dan belum tahu kapan akan berakhir. Bahkan, cash flow kita sangat terancam dan terganggu. Boleh dikatakan  nafas kita sudah diujung.

Harapannya diakhir tahun, Covid bisa dikendalikan, sehingga ekonomi bisa bangkit. Apalagi kebijakan pemerintah sudah bagus, dengan adanya UU cipta kerja. Namun, nyatanya trend-trend akhir tahun ini,  malahan penyebaran covid semakin tinggi, sehingga bagi pelaku dunia usaha, hal ini bisa menjadi gangguan.

Yang penting untuk kita lakukan adalah mendukung langkah-langkah  dan kebijakan pemerintah untuk mematikan Covid 19. Diharapkan nantinya bisa ditekan, sehingga bisa menjadi longgar dan itu bisa melakukan geliat usaha. Pokoknya pelaku usaha  akan memepersiapkan prasarana dan sarana, jelas Wakil Ketum DPP APPS.

Paling penting dari itu, pelayan penanganan covid 19  di kantor-kantor harus berjalan baik, terutama disiplin masyarakat dalam protokol kesehatan, ujarnya lagi.

Sebaliknya, jika disiplin masyarakat sudah menurun, maka covid akan terus mengalami kenaikan. Sarman membeberkan dalam 9 bulan ini beberapa sektor kita sudah bertahan. Namun ada banyak perusahaan yang sudah melakukan PHK, pegawai yang dirumahkan sudah banyak.

UMKM juga sudah ada yang rontok, dan beberapa perusahaan yang mau mengalami colap., Pengusaha hiburan malam yang sudah 9 bulan tidak bergerak, dan tidak tahu nasibnya sekarang. Dan itu bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi di seluruh dunia,tandasnya