Coffee Lovers & Trips 2020, BI Jatim Bantu Ribuan Bibit Kopi di Wonosalam

0
277

Jombang NAWACITAPOST – Kualitas kopi lokal Wonosalam harus dapat bersaing dengan kopi lokal yang lain hingga cita rasa sesuai standar ekspor. Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Harmanta, saat menghadiri Media Gathering BI di Wonosalam, Jombang, Sabtu (28/11/2020).

Agenda yang bertajuk ‘Coffee Lovers & Trips 2020’ ini bertujuan untuk peningkatkan perekonomian petani kopi lokal dan menaikkan kelas Kopi Wonosalam. Pada kesempatan ini pula, BI Jatim memberi bantuan berupa ribuan bibit kopi siap tanam.

Harmanta, Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim

Agar layak ekspor, Menurut Harmanta, komoditas kopi dituntut memiliki kualitas, kontinuitas dan kapasitas sesuai standar ekspor. Dalam hal ini, Bank Indonesia Jatim mendukung pengembangan kopi lokal Wonosalam melalui bantuan sarana prasarana, seperti alat pengupas kopi, alat tes kadar air, alat jemur kopi, penggilingan, serta bibit kopi berkualitas. Agar kualitas kopi yang dihasilkan lebih maksimal.

Disitu, BI juga melakukan pendampingan dari hulu hingga hilir juga dilakukan. Mulai teknik pembibitan yang bagus, cara mengolah pasca panen, hingga packagingnya.

“ Saat ini kopi sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat, sehingga potensi pasar yang masih terbuka lebar. Kami siap mendukung agar petani kopi Wonosalam bisa memenuhi permintaan pasar itu. Agar petani mampu mengembangkan bibit unggul kopi yang tidak ada di daerah lain. Kami juga memberi bantuan berupa 14.500 bibit kopi Arabika, 2.500 bibit kopi Liberika dan 3.500 bibit kopi Robusta,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah menyampaikan bahwa sektor kopi adalah salah satu bisnis yang tidak terlalu terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Bahkan dalam festival kopi beberapa waktu lalu, semua produk kopi habis terjual.

“Namun, menciptakan produk kopi dengan kualitas konsisten di Indonesia, masih terkendala faktor musim dan kondisi daerah tanam. Namun kami akan tetap membantu petani kopi lokal, agar menghasilkan kopi kualitas premium. Bukan hanya dari sisi pembibitan, namun juga pengelolaannya.” ujarnya.

Selain Wonosalam Jombang, Bank Indonesia perwakilan Jatim juga memberikan pendampingan kepada petani kopi di sejumlah daerah. Seperti Kopi Dampit Malang, Kopi Arjuno Pasuruan, Kopi Ijen di Jember, Situbondo dan Banyuwangi, serta Kopi Sendang Wilis Kediri.

“Kami ingin semua kopi lokal ini bisa memenuhi standar ekspor. Karena itu, hingga 2021 BI Jatim akan fokus pengembangan UMKM berbasis Kopi,” pungkasnya. (BNW)