Bisnis Kopi Bagus, BI Jatim Fokus Dampingi Pegiatnya

0
304

Jombang NAWACITAPOST – Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur fokus untuk membantu pengembangan Kopi di Jawa Timur. Hal ini diungkapkan Difi Ahmad Johansyah, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur saat media Gathering di Kampoeng Djawi Wonosalam, Jombang, Jumat (27/11/20).

Difi mengaku, tahun ini dan tahun depan BI Jatim akan fokus engembangan UMKM berbasis Kopi. ” Kita ada di Wonosalam, karena disini banyak pendampingan BI Jatim kepada petani Kopi khususnya dalam hal Roasting,” katanya.

Kenapa bantuan banyak di Roasting, Difi melihat kelemahan dari kopi-kopi petani kebanyakan dalam pengolahan paska panen.

Mengenai bibit, penggemar kopi Mandailing ini mengaku sudah cukup bagus bahkan Jawa Timur memiliki potensi besar dalam hal ini.

Difi menegaskan, saat ini semakin menjamur cafe-cafe terutama dinegara-negara maju. Pemintaan kopi pun semakin hari semakin meningkat sehingga Dia menyarankan bisnis yang paling bagus atau menguntungkan saat ini adalan tanam kopi.

” Baru-baru ini kita juga mengumpulkan seluruh binaan kopi Bank Indonesia dari Surabaya, Malang, Kediri dan Jember. Kita juga undang SCIA (Specialty Coffee Association of Indonesia) dan para pakar kopi untuk memberikan pelatihan agar petani kopi kita bisa menghasilkan kopi baik green bean (biji kopi) maupun yang Roast dengan sesuai standar yang berlaku di dunia,” ujar Difi yang juga mengaku penyuka kopi Arabika tersebut.

Harapannya, masyarakat dapat lebih paham dalam hal perkopian, karena kopi adalah salah satu yang punya prospek besar.

Difi Ahmad Johansyah, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur saat media Gathering di Kampoeng Jawi Wonosalam, Jombang, Jumat (27/11/20).

Disisi lain, Jombang mempunyai prospek besar dalam hal wisata seperti Kampoeng Jawi ini. ” Secepatnya kondisi akan kembali normal khususnya dalam hal ekonomi. Saat ini cafe-cafe, restoran dll sudah mulai buka kembali. Masyarakat mulai terbiasa dengan kebiasaan baru, vaksin pun sudah mulai ditemukan dan recovery sudah mulai muncul,” ujar Difi yakin.

Difi melanjutkan, kopi itu sungguh menarik. Banyak kreatifitas yang sudah dilakukan. ” Yang kita harapkan dari pegiat kopi adalah inovasi. Dan yang menggembirakan adalah bisnis kopi saat ini tidaklah mahal. Harga peralatan kopi sangat terjangkau karena dari produsen lokal peralatan sudah bisa membuatnya sama dengan buatan luar,” jelasnya.

” Intinya, Bank Indonesia Jatim akan terus memotivasi para pegiat kopi. Dari petani hingga konsumennya,” tandas Difi. (BNW)