Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Nelayan

0
326
Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Nelayan

Jakarta, NAWACITAPOST- Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo mengklaim pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) akan menguntungkan nelayan. Pasalnya, aturan yang memantik kontroversi itu dapat memberikan kepastian usaha, kemudahan perizinan, dan meredakan kekhawatiran akan dikriminalisasi.

Edhy Prabowo mengatakan dalam konferensi pers Omnibus Law Cipta Kerja secara virtual, Rabu (7/102020). Sebenarnya ini yang ditunggu-tunggu pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan tentang perizinan kapal sebagai misal, walaupun sebelum Omnibus Law sudah mulai banyak perbaikan tapi dengan omnibus ini lah paling besarnya yang mengamankan pelaku usaha dari besar sampai kecil. Bahkan, yang paling diuntungkan masyarakat nelayan itu sendiri. Dengan kemudahan perizinan, persoalan izin kapal yang sulit dikeluarkan bisa teratasi. Hal ini akan membantu nelayan yang menghadapi persoalan itu dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga : Jokowi Belum Berkomentar Terkait Pengesahan Omnibus Law

Omnibus Law ini yang sangat ditunggu-tunggu para nelayan. Misalnya, ilustrasi, lima tahun terakhir dapat izin kapal sulit. Omnibus Law Ciptaker juga akan meningkatkan investasi di sektor kelautan dan perikanan. Ia memperkirakan lebih dari Rp300 triliun investasi tidak berjalan karena persoalan di tengah jalan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Omnibus Law Cipta Kerja akan bermanfaat dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia memasuki era baru perekonomian global. RUU Cipta Kerja akan mendorong reformasi regulasi dan debirokratisasi, sehingga pelayanan Pemerintahan akan lebih efisien, mudah, dan pasti, dengan adanya penerapan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dan penggunaan sistem elektronik. Di bidang perizinan, misalnya, pemerintah memberikan kemudahan dan kepastian proses melalui sistem perizinan terintegrasi secara daring (Online Single Submission/OSS).