Sri Mulyani : Ekonomi Indonesia di kuartal III Relatif Lebih Baik Dibanding Kuartal II Tahun 2020

0
232
Sri Mulyani : Ekonomi Indonesia di kuartal III Relatif Lebih Baik Dibanding Kuartal II Tahun 2020

Jakarta, Nawacitapost.com- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III relatif lebih baik dibanding kuartal II tahun 2020.

“Kontraksi ekonomi Indonesia di tahun 2020 ini di kuartal kedua kemungkinan masih akan berlangsung dari sisi kuartal ketiga, meskipun suasana kuartal ketiga mungkin relatif lebih baik dari kuartal kedua tersebut,” kata Sri Mulyani dalam video conference Raker Komite IV DPD RI membahas RUU Pelaksanaan APBN 2019 dan RAPBN 2021, Rabu (9/9/2020).

Sri mengatakan, outlook ekonomi Indonesia untuk tahun 2020 dilakukan revisi ke bawah dari yang tadinya diperkirakan 2020 anggaran -0,4 hingga 2,3 persen, Pemerintah melakukan revisi menjadi -1,1 persen hingga 0,2 persen. Bahkan berbagai Lembaga internasional juga melakukan revisi terhadap proyeksi ekonomi Indonesia, seperti Bank Pembangunan Asia atau ADB sendiri sudah revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari yang tadinya perkirakan di 2,5 persen, direvisi menjadi tumbuh minus 1,0 persen.

Baca Juga : KPK Akan Dampingi dan Mengawal Program Bansos Covid-19

Kemudian IMF yang pada April-Maret memperkirakan ekonomi Indonesia 2020 tumbuh 0,5 persen direvisi akan tumbuh minus 0,3 persen, dan OECD juga memperkirakan perekonomian Indonesia bisa antara -2,8 hingga -3,9 persen.

“Ini menggambarkan bahwa pandemi covid-19, sesudah dialami oleh semua negara dan meningkat terutama pada kuartal kedua dan kuartal ketiga, memang dampak ekonominya sangat luar biasa dan ini mempengaruhi dari sisi demand maupun supply,” ujarnya

Kendati begitu, walaupun ekonomi Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis pada tahun 2020 ini, Pemerintah tetap mengupayakan agar kuartal ketiga dan keempat terjadi pemulihan secara bertahap.

“Meskipun itu tetap dibayangi ketidakpastian akibat covid-19 kita berharap tahun 2021 proyeksi akan pada tingkat pertumbuhan 4,5 hingga 5,5 persen. Perekonomian Indonesia sangat terpengaruh dengan adanya covid-19 ini tahun 2020 terutama kuartal kedua kita kontraksi hingga -5,32 persen,” pungkasnya.