Kementerian Keuangan Tak Pernah Cetak Uang Rp75.000

0
197
Kementerian Keuangan Tak Pernah Cetak Uang Rp75.000

Jakarta, NAWACITAPOST.com-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah terbitnya Uang Pecahan Khusus (UPK) Rp 75.000 dicetak karena kurangnya anggaran.

Direktur Pengelolaan Kas Negara Kementerian Keuangan, Didyk Choiroel menegaskan bahwa pencetakan UPK tersebut tidak untuk menambah kas keuangan negara.

“Jadi tidak ada hubungannya,” kata Didyk dalam Webinar – Ngomongin Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga : Wako Irsan Apresiasi Kodim 0212/TS Atas Predikat Sebagai Kodim Terbaik I Dijajaran Kodam I/BB

Didyk mengadakan, kas keuangan negara dipastikan tidak habis di tengah beratnya tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19. Apalagi harus memanfaatkan pencetakan uang khusus kemerdekaan. Lebih jauh, Didyk membeberkan bahwa kas keuangan negara masih positif. Termasuk kas yang ada di Bank Indonesia. Hal ini, kata dia, terlihat dari proses penukaran uang yang senilai dengan UPK Rp 75.000. Dimana besarannya sesuai dengan uang yang beredar di masyarakat. Sehingga tidak menambah peredaran uang. “Jadi tidak ada penambahan uang fisik di masyarakat untuk menambah anggaran, itu tidak ada sama sekali. Tidak ada pengaruhnya,” tegas Didyk.