Kamis, 4 Juni 2026

Menkeu Berharap Masih Mempunyai Semangat Dalam Membangun Indonesia

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:09 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Menkeu, Sri Mulyani Indrawati berharap masih mempunyai semangat dalam membangun Indonesia. Terutama di tengah pandemi Covid-19 yang cukup berat dan menguras pikiran.

Menurutnya, pandemi Covid-19 adalah tantangan yang luar biasa dan sangat nyata tidak hanya bagi kesehatan tapi seluruh sektor. Oleh karenanya perlu semangat yang tinggi untuk terus memulihkan perekonomian dari dampak pandemi ini.

"Saya berharap saya masih punya semangat membara di diri saya untuk hal yang fundamental di Indonesia," ujarnya di webminar, Rabu (19/8/2020).

Baca Juga : Mendes PDTT : Kemiskinan Masalah Serius Selama Masa-Masa Sulit ini


Sri Mulyani menjelaskan dibutuhkan ide dan imajinasi yang tinggi dalam membangun masa depan bangsa pasca Covid-19. Ide dan imajinasi ini yang harus disalurkan melalui penerapan kebijakan untuk memulihkan ekonomi.

"Harus punya imajinasi, ide, lalu ide tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang bisa diterapkan. Imajinasi dari bapak-bapak pendiri bangsa kita itu sangat mulia, kita ingin punya bangsa dan negara yang sejahtera, adil, dan menjadi bangsa yang selalu berkontribusi kepada kesejahteraan dunia," kata dia.

Selain itu, untuk membangun Indonesia melalui ide dan imajinasi saja tidak cukup tanpa adanya Sumber Daya Manusia (SDM) dengan keterampilan yang baik. Ini lah yang membuat pemerintah terus memperbaiki kualitas SDM RI melalui kebijakan vokasi dan sebagainya.

"Untuk menjadi negara besar perlu SDM, tidak ada negara besar tanpa orang-orang yang hebat. Itu selalu di SDM," katanya.

Sri Mulyani mengatakan saat ini angka partisipasi pendidikan dasar Indonesia sudah mencapai 100%. Namun, ia menilai yang menjadi tantangan bukan itu, tapi apakah anak tersebut bisa berfikir kritis atau tidak meski pendidikannya tinggi. Oleh karenanya, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, pemerintah akan lebih memperbaiki kualitas mulai dari pendidikan hingga kesehatan terutama untuk mengurangi stunting pada anak.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini