Yang Banyak Duit Takut Corona, Mal Orang Kaya di Jakarta Sepi

0
363
Yang Banyak Duit Takut Corona, Mal Orang Kaya di Jakarta Sepi

Jakarta, NAWACITAPOST- Kasus covid-19 di DKI Jakarta dengan tingkat kunjungan konsumen ke pusat perbelanjaan. Positif covid-19 di DKI Jakarta meningkat drastis, diikuti dengan penurunan jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan segmen atas. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan.

Stefanus mengatakan, semenjak mal di Jakarta dibuka 15 Juni 2020, sampai saat ini belum ada tanda-tanda peningkatan pengunjung yang signifikan. Ia memperkirakan paling banyak pengunjung hanya 40% dari kapasitas itu pun hanya pada akhir pekan pada mal kelas menengah, rata-rata hanya terisi 30% saja.

Baca Juga : Bupati Alfedri Hadiri Pengukuhan IKMK Kabupaten Siak 2020-2024,Siap Dukung Agenda Pembangunan Daerah

“Yang menarik dari data yang ada, semakin mal segmen atas, begitu kasus covid-19 DKI Jakarta naik, maka tingkat kunjungan langsung datar,” kata Stefanus, Senin (27/7).

Ia mengatakan orang yang banyak uang alias duit pasti takut dengan Corona.”Orang yang banyak duit lebih takut corona,” katanya tertawa.

Stefanus menjelaskan, mal-mal papan atas di DKI Jakarta antara lain Plaza Senayan, Plaza Indonesia, Pacific Place dan lainnya. Sedangkan mal-mal kelah menengah seperti Kota Kasablanka dan lainnya justru tingkat kunjungannya lebih bagus, alias tak terpengaruh pencatatan kasus covid-19 di DKI.

“Kalau mal menengah masih bagus, yang menengah ada kenaikan tapi nggak rata. Citos ramai, lebih karena makanan, sampai 50% dari kapasitas,” katanya.

Sampai saat ini tingkat okupansi gerai atau tenant di mal-mal rata-rata mencapai 90%. Namun, bagi pengusaha pengelola mal itu bukan berarti kabar yang menggembirakan, karena tak semua tenant sudah membayar uang sewa ruang toko, atau ada juga yang membanting harga sewa karena dampak pandemi covid-19.

DKI Jakarta kembali memimpin penambahan pasien positif virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Minggu (26/7/2020). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Ibukota mencatatkan 384 pasien Covid-19 baru sehingga totalnya 19.125 orang.

Sebelumnya pada Selasa (21/7/2020), Jakarta kembali mencatatkan rekor penambahan kasus tertinggi sebanyak 441 kasus. Rekor sebelumnya DKI Jakarta memecahkan penambahan kasus Covid-19 pada minggu 12 Juli 2020, kasus baru Positif Covid-19 di Jakarta mencapai 404 kasus positif dalam sehari.