Walaupun Dalam Pandemi Corona, Ekspor Mobil Buatan Indonesia Bentuk CBU Naik

5
153
Walaupun Dalam Pandemi Corona, Ekspor Mobil Buatan Indonesia Bentuk CBU Naik

NAWACITAPOST- Ekspor mobil buatan Indonesia dalam bentuk Completely Built Up (CBU) terekam naik pada Maret, bulan pertama pemerintah mengumumkan kasus pertama virus corona (Covid-19). Kenaikan pengiriman mobil keluar negeri ini bertolak belakang dengan kondisi penjualan mobil di dalam negeri yang terekam menurun.

Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil CBU pada Maret sejumlah 28.019 unit. Angka itu naik dari periode sama tahun lalu 25.485 unit.

Sebelum Maret, ekspor mobil dari Indonesia sudah mengalami kenaikan. Selama Januari-Februari catatan ekspor 77.315 unit, itu naik sekitar 8 persen dari periode sama 2019 sebanyak 70.647 unit.

Salah satu produsen yang meningkatkan ekspor mobil selama tiga bulan pertama tahun ini adalah Mitsubishi. Pada periode itu Mitsubishi telah mengekspor 17.066 unit Xpander ke 17 negara termasuk Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Rekaman ekspor Xpander itu naik 13 persen dari tiga bulan pertama 2019 sejumlah 14.775 unit.

HR & GA Director Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia Prianto pernah menjelaskan pabrik Xpander di Bekasi, Jawa Barat masih beroperasi hingga pertengahan April untuk memenuhi kewajiban ekspor dan domestik. Produksi disebut digenjot sampai 17 April.

Baca Juga : Tagar #KemenagJagoPHP menjadi Trending Topic di Twitter

Pabrik Xpander telah diputuskan berhenti sejenak mulai 20 April hingga 30 April terkait pandemi virus corona. Penghentian pabrik ini dilakukan lebih lama ketimbang pabrik lainnya yakni Daihatsu mulai 10 April, serta Suzuki, Honda dan Toyota mulai 13 April.

Pada awal tahun ini Gaikindo sempat menyatakan target ekspor mobil CBU dari Indonesia ditargetkan mencapai 350 ribu unit. Target itu meningkat dari hasil 2019 sebanyak 332.023 unit.

Gaikindo menyatakan target ekspor CBU pada tahun ini belum mendapatkan revisi. Kendati demikian Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, menyatakan, pasti ada penurunan.

Peningkatan ekspor pada masa Covid-19 dikatakan jadi berkah buat industri otomotif dalam negeri meski terdapat dilema pabrik tetap harus bekerja memproduksi mobil.

“Secara keseluruhan [ekspor CBU] naik dan ini juga sedang kami pelajari. Nampaknya negara dari tujuan ekspor kita itu, salah satunya Vietnam, itu Covid-19-nya kan tidak terlalu parah dan mereka mampu mengatasi,” kata Kukuh kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/4).

Penjualan mobil di dalam negeri pada tahun ini telah dipastikan bakal tergerus virus corona. Pada Maret dipahami para Agen Pemegang Merek (APM) sudah memperbanyak stok unit di dealer diketahui dari catatan wholesales yang cuma terganggu sedikit sementara ritel turun sekitar 22 persen.

Pada Maret wholesales sebanyak 76.800 unit sementara ritel 60.447 unit.

Gaikindo juga telah merevisi target penjualan mobil pada tahun ini, dari 1,05 juta unit menjadi 600 ribu unit karena dampak negatif virus corona.

Ekspor CBU 2020
Januari 18.910 unit
Februari 30.386 unit
Maret 28.019 unit
Total 77.315 unit

Ekspor CBU 2019
Januari 22.195 unit
Februari 45.162 unit
Maret 25.485 unit
Total 70.647 unit

Total 2019: 332.023 unit

Wholesales Januari-Maret 2020
Januari 80.424 unit
Februari 79.573 unit
Maret 76.800 unit
Total: 236.797 unit

Ritel Januari-Maret 2020
Januari 81.067 unit
Februari 77.847 unit
Maret 60.447 unit
Total: 219.361 unit

 

 

Comments are closed.