Faktor Penyebab Harga Karet di Pasar Internasional Menciut

Jakarta, NAWACITA- Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Rudi Aprian menyebut beberapa faktor penyebab harga karet di pasar internasional menciut sejak 2013 lalu. Pertama, pelemahan permintaan China terhadap karet.

Menurut dia, kondisi perekonomian China yang melambat akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) telah memengaruhi penurunan harga karet. Padahal, China adalah negara net importir karet, diikuti India.

Permintaan karet di dunia masih didominasi oleh China, Eropa Barat, AS, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Bahkan, China mendominasi permintaan karet alam global dengan pangsa pasar 40,5 persen dari konsumsi dunia.

“Pertumbuhan ekonomi China menjadi faktor utama yang berpengaruh terhadap permintaan karet alam di dunia. Sementara, situasi saat ini tidak menguntungkan lantaran perang dagang,” ujar Rudi, seperti dilansir Antara, Jumat (4/10).

Faktor kedua yang menyeret harga karet, yaitu pasokan berlebih di pasar ekspor, karena kemunculan negara produsen baru untuk komoditas karet, seperti Myanmar, Laos, dan Kamboja.

Sebelumnya, produksi karet alam hanya ditopang oleh enam negara, yakni Thailand, Indonesia, Vietnam, India, China, dan Malaysia, dengan pangsa pasar sebesar 85,1 persen.

Faktor lain, harga karet di pasar berjangka internasional, yaitu harga yang terbentuk di Singapura (SICOM) menjadi acuan transaksi oleh para pelaku usaha karet alam. Selain bursa SICOM, bursa Tokyo (TOCOM), dan Shanghai Future Exchange juga ikut berperan dalam pembentukan harga karet alam dunia.

Baca Juga : Sri: Problem Industri Tekstil Tidak Hanya Terkait Banjir Impor

“Sudah lama disinyalir bahwa mekanisme pembentukan harga (price discovery platform) di SICOM tidak sepenuhnya mencerminkan faktor fundamental suppy dan demand karet alam dunia,” imbuh Rudi.

Tidak hanya itu, harga karet di pasaran internasional juga bergantung dengan kurs valas, yaitu harga komoditas berhubungan dengan nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet dunia.

Baca juga :  Harga Bawang Merah mengalami Penurunan Signifikan

Comments are closed.