Stephan Weil menilai Indonesia Butuh SDM Terlatih

Jakarta, NAWACITA – Minister President of the German Federal State of Lower Saxony, Jerman yakni Stephan Weil menilai Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) terlatih dan infrastruktur yang baik untuk menjalankan Revolusi Industri 4.0 di seluruh wilayahnya.

“Menurut saya, Indonesia perlu sumber daya manusia yang terlatih dan sarana infrastruktur yang sangat baik. Dua hal mendasar ini yang dibutuhkan Indonesia untuk menjalankan Revolusi Industri 4.0 di seluruh wilayahnya,” ujar Stephan Weil di Jakarta, Kamis malam (3/10).

Dia menjelaskan bahwa pada kenyataannya di Jerman maupun di negara-negara lainnya sedang menjalani proses menuju penerapan Revolusi Industri 4.0 dan belum mencapai pada bagian akhir dari penerapan Industri 4.0 tersebut.

“Saya memahami strategi yang diputuskan oleh para pembuat keputusan di Indonesia terkait Indonesia 4.0, menjadikan Indonesia sebagai bagian dari pergerakan industri global dan saya pikir perhelatan Hannover Messe merupakan ajang yang tepat untuk membuat komitmen seperti ini,” katanya.

Hannover Messe merupakan perhelatan pameran dagang terkemuka di dunia untuk teknologi industri terkini seperti Industri 4.0 yang rencananya berlangsung di Jerman pada 20-24 April 2020, menghadirkan lebih dari 6.500 peserta dari pelaku industri terkemuka di seluruh dunia yang berasal dari sekitar 73 negara.

Baca Juga : BPS Babel: Penumpang Angkutan Udara Capai 0,92 Persen

Setiap tahunnya, pameran ini dikunjungi oleh lebih dari 225.000 pengunjung dari sekitar 91 negara dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontak bisnis. Sebagai negara mitra resmi, Indonesia akan menempati Central Pavilion seluas 1.300 meter persegi dan beberapa Paviliun Satelit yang bersifat tematik.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman of Managing Board Deutsche Messe AG Jochen Kockler sebagai pihak penyelenggara Hannover Messe menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk bisa mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0 mengingat Indonesia memiliki jumlah populasi masyarakat produktif yang terus bertambah.

 

Baca juga :  Lima Sektor Industri Yang Pesat di Tahun Politik 2019