Garuda dan Sriwijaya Air melanjutkan Kerja Sama Manajemen

0
43
Garuda dan Sriwijaya Air melanjutkan Kerja Sama Manajemen

Tangerang, NAWACITA – Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group akhirnya rujuk dengan melanjutkan kerja sama manajemen setelah sempat memutuskan kerja sama karena kisruh yang semakin memanjang.

Direktur Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo dalam konferensi pers di Tangerang, Selasa, menjelaskan setelah melalui pertemuan yang juga difasilitasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara, akhirnya diputuskan untuk melanjutkan kerja sama tersebut.

Juliandra mengatakan pihaknya mempertimbangkan tiga hal, yakni mengedepankan keselamatan mempertimbangkan kepentingan pelanggan dan menyelamatkam aset negara.

“Dengan adanya kesepakatan dan komitmen ini menjadi momentum dan ‘turning point’ untjk senantiasa menciptakan ekosistem penerbangan yang Indonesia yang lebih sehat,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Pelaksana Tugas Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I Jauwena menyambut baik upaya melanjutkan kerja sama manajemen tersebut untuk memperbaiki pelayanan dan melanjutkan komitmen dengan GMF AeroAsia terkait perawatan pesawat.

“Kita memulai lagi pelayanan dengan keselamatan penerbangan yang bisa kita capai,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta Kurniawan mengatakan pihaknya akan memberikan kembali pelayanan perawatan pesawat terjadap pesawat Sriwijaya Air termasuk Nam Air.

“Untuk melanjutkan operasional Sriwjaya dan selalu mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas untuk bisa memuaskan semua pihak. Kolaborasi kerja sama ini bukan cuma menguntungkan pihak tapi memberikan keuntungan bagi pengguna jasa,” katanya.

Baca Juga : Melalui PBBKB, Pertamina Sumbang PAD Kepri Rp306 Miliar

Sebelumnya, Garuda Indonesia Group menggandeng Sriwijaya Air dalam kerja sama operasi, namun seiring waktu kerja sama tersebut semakin tidak sehat, mulai dari perombakan dewan direksi, pemecatan direktur utama sehingga pencopotan logo Garuda di tubuh pesawat Sriwijaya, sehingga diputuskan untuk tidak dilanjutkan.

Selain itu, beredar pula rekomendasi penghentian sementara operasional Sriwijaya Air Group dari Direktur Quality, Safety, dan Security Sriwijaya Air Toto Subandoro kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I. Jauwena.