Transaksi yang Dilakukan Wisatawan Perlu Diawasi
Tanjungpinang, NAWACITA – Transaksi yang dilakukan wisatawan mancanegara perlu diawasi untuk mencegah penggunaan mata uang asing, kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sapril Sembiring.

“Sampai hari ini hanya sebatas isu bahwa ada transaksi yang dilakukan wisman di tempat tertentu menggunakan mata uang asing, seperti Yuan. Kami belum mendapatkan faktanya,” ujarnya di Tanjungpinang, Minggu.

Sapril yang juga pengusaha travel agen mengatakan potensi penggunaan mata uang asing dalam transaksi berpeluang terjadi jika tidak diawasi.

Ia juga mengimbau seluruh pemilik usaha tidak menerima mata uang asing sebagai alat pembayaran.

“Alat transaksi harus rupiah,” ucapnya.

Selain persoalan itu, Sapril juga menyinggung soal monopoli agen travel tertentu yang membawa wisatawan asal Tiongkok. Sampai sekarang kedatangan wisatawan asal Tiongkok belum memberi keuntungan bagi pedagang.

Hal itu disebabkan tempat berbelanja para wisman sudah ditentukan.

Namun dalam perspektif usaha, apa yang dilakukan agen travel tersebut tidak salah. Pengusaha pasti ingin mendapatkan keuntungan yang besar dari usaha yang dilakoninya.

“Apakah itu salah? Belum ada regulasi yang menyatakan itu salah, karena agen travel itu menjual paket penerbangan, penginapan dan tempat belanja kepada para wisman,” katanya.

Baca Juga : Menteri KKP Tiga Hal Utama Dalam Berantas IUU Fishing

Namun hal itu, menurut dia tidak memberi dampak negatif bagi pemerintah. Sebaliknya, pemerintah mendapatkan keuntungan dari pajak.

“Kalau hotel, tokoh buah dan restoran yang dikunjungi wisman itu pasti diuntungkan,” tuturnya.

Baca juga :  Taksi Online Marak, Pengusaha Taksi Yogyakarta Terancam Gulung Tikar

Comments are closed.