Menteri Pertanian: Saya mengapresiasi Petani di Jawa Tengah

1
337
Menteri Pertanian: Saya mengapresiasi Petani di Jawa Tengah
Semarang, NAWACITA- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi peningkatan ekspor komoditas pertanian asal Provinsi Jawa Tengah.

“Saya mengapresiasi petani di Jawa Tengah karena produknya berkualitas dan laris di pasar ekspor, bahkan sampai hari ini ekspor pertanian Jateng mencapai Rp2,51 triliun,” kata Amran saat melepas ekspor beberapa hasil pertanian di Balai Karantina Kelas I Semarang, Minggu.
Pada akhir triwulan ke-3 tahun 2019, nilai barang ekspor produk pertanian yang dihasilkan petani dari Jawa Tengah mencapai Rp2,51 triliun atau meningkat 19,02 persen dibandingkan periode sama pada 2018 yang hanya mencapai Rp2,3 triliun.
Menurut Amran, tingginya nilai ekspor komoditas pertanian tersebut karena keterlibatan para petani-petani muda di Jateng yang tidak lagi berorientasi swasembada pangan, tapi mengekspor.
Terlebih saat ini, lanjut Amran, sudah ada layanan e-sertifikat yang sangat mempermudah proses ekspor.
“Ada e-sertifikat diterapkan di empat negara. Kami minta seluruh dunia karena kita bisa mengekspor dan di sana sudah mendapat persetujuan sebelum berangkat. Sementara dulu, jangankan sudah berangkat, barang ekspor sudah sampai negara tujuan saja bisa ditolak,” ujarnya.
Hasil pertanian Jawa Tengah yang masuk pasar dunia sangat beragam, dari kedelai, edamame, kapulogo, kacang-kacangan, beras hitam sampai daun kelor, dan daun pakis, bahkan yang terbaru juga mengekspor kacang hijau serta dan sarang burung walet.
Sekian produk pertanian, yang paling menjanjikan hasil pertanian Jateng adalah kopi karena setidaknya memiliki sembilan negara tujuan yakni Mesir, Italia, Georgia, Jepang, Iran, Uni Emirat Arab, Spanyol, Korea Selatan, Taiwan.
Baca Juga : Transaksi yang Dilakukan Wisatawan Perlu Diawasi
Selain itu, ada pula beras hitam yang diekspor ke Australia, sedangkan nilai ekspor sarang burung walet sendiri mencapai Rp4,2 miliar, kemudian ada pula daun cincau yang dikirim ke Malaysia, gula merah ke Srilanka sebanyak 3,4 ton, serta margarin ke Bangladesh sebanyak 1,2 ton.

Comments are closed.