Kementrian Pertanian Dukung Jabar Penghasil Beras Organik

0
400
Kementrian Pertanian Dukung Jabar Penghasil Beras Organik

Jakarta, NAWACITA – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai produsen atau penghasil beras organik terbesar di Indonesia. Ada kurang lebih 6.944 hektare titik wilayah organik yang tersebar di 22 kabupaten, salah satuhnya Kabupaten Bandung.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi menegaskan sesuai arahan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dukungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan yang dapat mendongkrak ekspor dan kesejahteraan petani. Konsep organik ini, terang Suwandi, akan direplikasi di daerah lain agar pertanian Indonesia semakin besar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di pedesaan dan nasional.

“Organik mampu menjaga eksosistem kita, memperbaiki struktur tanah, menyehatkan dan memberi nilai tambah,” kata Suwandi dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/9/19).

Suwandi mengatakan hal tersebut saat panen padi organik bersama Bupati Bandung milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sarinah di Ciparay, Bandung. Dalam acara tersebut, ia menjelaskan pola pertanian khususnya padi organik sangat jelas memberikan keuntungan. Sebab pola organik yang sustainable dilakukan dengan memanfaatkan kotoran dan urine untuk pupuk dan jerami untuk pakan menjadikan pola usaha tani yang efisien.

“Pesan saya, cintai produk lokal dalam negeri. Lakukan praktek organik, untuk warisan anak cucu kita,” ujarnya.

Bupati Bandung, Dadang Nasser mengatakan pemerintah Kabupaten Bandung memiliki keinginan untuk menjadi produsen beras organik terbesar. Dia bertekad mengembangkan segmen beras khusus di Bandung, seperti beras merah, beras hitam, ketan hitam, dan beras organik.

Baca Juga : 300 Pengusaha Asia Tenggara di Jakarta Bahas Bisnis

“Beras organik pangsa pasarnya sudah luas, harganya pun tinggi jadi saya ingin bisa memberi manfaat lebih ke petani,” tuturnya.

Tuti selaku Ketua Gapoktan menceritakan ihwal kelompok taninya yang sudah maju dan bertahun-tahun menerapkan organik. Gapoktan Sarinah mulai mengembangkan organik sejak 2011 dan sampai saat ini telah dilakukan perluasan lahan menjadi 100 hektare dengan provitas sekitar 8 ton per hektare.