Kasus Penipuan Penyaluran Bantuan Beras Miskin

1
329
Kasus Penipuan Penyaluran Bantuan Beras Miskin

Jakarta, NAWACITA- Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Dirut Perum Bulog) Budi Waseso membongkar kasus penipuan yang dilakukan sejumlah oknum dalam penyaluran bantuan beras untuk masyarakat miskin. Modus penipuan dilakukan dengan mengemas beras bantuan dengan bungkus yang bagus.

Meskipun dikemas dengan bagus, kualitas beras tidak sesuai dengan kemasannya. Penipuan tersebut katanya cukup merugikan masyarakat penerima bantuan.

Pasalnya, dengan harga yang lebih mahal, mereka mendapatkan beras yang kualitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Kerugian materi yang dialami penerima bantuan ia perkirakan mencapai Rp30 ribu per penerima.

“Jadi masyarakat penerima bantuan pangan itu ditipu, dia melihat oh itu berasnya bagus karena bungkusnya bagus atau merek dari bungkus itu bagus. Tapi ternyata isinya tidak bagus karena memang itu bukan produk dari merek (beras Bulog),” Ujar Buwas pada Jumat (20/9).

Buwas panggilan akrabnya, modus penipuan tersebut bukan satu-satunya. Masih ada bentuk penipuan lain yang dilakukan oleh sejumlah oknum demi mengeruk keuntungan dari pelaksanaan bantuan pangan untuk masyarakat miskin.

“Ini karena ada proyek yang besar dengan uang besar,” katanya.

Sayang, Buwas belum mau mengungkap lebih rinci mengenai oknum yang dimaksudnya tersebut.

Baca Juga : Swiss Stadler Rail Bangun Pabrik Kereta Api di Banyuwangi

“Nanti akan saya ungkap secara keseluruhannya dan saya berharap ini harus selesai tuntas karena ini sudah bertahun-tahun berjalan,” katanya.

Ia mengatakan untuk menutup celah penipuan tersebut, pihaknya telah meminta pemerintah agar Bulog bisa menjadi pemasok tunggal beras bantuan untuk masyarakat miskin.

Selain itu, untuk memberi efek jera, pihaknya juga meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus tersebut karena nilai program BNPT mencapai angka Rp60 triliun.

Comments are closed.