Pemprov NTT Optimistis Bangkitnya Ekonomi Masyarakat

0
83
Pemprov NTT Optimistis Bangkitnya Ekonomi Masyarakat
Pemprov NTT Optimistis Bangkitnya Ekonomi Masyarakat
Kupang, NAWACITA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (PemprovNTT) optimistis kehadiran Masyarakat Ekonomi NTT yang  dideklarasikan 10 Juni 2019 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores menjadi momentum bangkitnya ekonomi masyarakat daerah itu.

“Daerah ini memiliki banyak potensi; baik sumber daya manusia dan sumber daya alam yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Potensi-potensi ini perlu wadah untuk dipersatukan,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutanya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Semuel Rebo saat membuka rapat penyusunan dokumen Road Map Masyarakat Ekonomi (ME) NTT.

Baca Juga : Ketahanan Energi Nasional Kunci Indikator Perekonomian Negara

Menurut Samuel Rebo seperti dalam penjelasan tertulis Humas dan Protokol Kantor Gubernur NTT yang diperoleh Antara di Kupang, Jumat  bahwa semua pihak harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspor di NTT.

“Berbagai gebrakan dilakukan pemerintah NTT bisa terwujud apabila didukung semua pihak. Tidak bisa menjadi penonton tapi perlu ada Road Map (peta jalan). Kita perlu gerak cepat untuk membentuk sekretariat bersama guna memonitor road map dan pelaksanaannya,” ujar.

Menurut dia, Pemprov NTT ingin ada percepatan pembangunan tetapi terkendala pembiayaan.

“Ini perlu keterlibatan pihak perbankan. Kita perlu kerja lebih serius dan kerja keras sehingga tahun 2020 roda gerbong masyarakat ekonomi (ME) NTT sudah berjalan dengan baik,” ujar mantan Kadis Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) Bank NTT Izhak E. Rihi menegaskan, forum Masyarakat Ekonomi NTT sebagai mitra yang strategis antara Pemprov NTT dan pihak Bank NTT.

“Bank NTT sebagai eksekutor untuk mengeksekusi visi dan misi Pemprov NTT. Kami akan menjadi eksekutor karena Bank NTT tidak hanya sehat secara finansial tetapi menjadi rumah perbendaharaan masyarakat NTT untuk mengelola aset-aset yang ada guna mencapai kesejahteraan masyarakat NTT,” kata Dirut yang baru dilantik 11 Juni 2019 lalu itu.

Dengan aset Bank NTT senilai Rp14,9 triliun pihaknya akan menjadi pintu masuk pengelolaan keuangan dan investasi di Provinsi NTT.

“Kami akan menjadi lokomotif yang efektif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di NTT,” katanya.