Produk Asal Indonesia akan Mendapatkan Tarif Nol untuk Ekspor ke Chile.

1
237

Jakarta, NAWACITA – Perjanjian dagang dalam Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) mulai bisa diimplementasikan mulai 10 Agustus 2019. Kerja sama ini diproyeksi mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang merata melalui penciptaan peluang baru bagi pekerja dan bisnis.

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini memaparkan implemetasi IC-CEPA bakal menstimulus pelaku usaha Indonesia untuk membidik pasar-pasar nontradisional. Dalam kontrak perjanjian dagang tersebut sebanyak 7.669 produk asal Indonesia akan mendapatkan tarif nol untuk ekspor ke Chile.

“Chile bersepakat menurunkan tarif terhadap 7,669 produk atau 89.6 persen dari total 8.559 produk Indonesia menjadi nol persen dengan tahapan sampai tujuh tahun,” kata Made ditemui di Kompleks perkantoran Kemendag, Jakarta Pusat, Senin, 5 Agustus 2019.

Perjanjian dalam mendorong kerja sama di beberapa bidang potensial kedua negara secara komprehensif ini telah diinisiasi sejak 2017. Chile saat ini memiliki 29 perjanjian dagang dengan negara lain yang bisa juga dimanfaatkan dalam meningkatkan ekspor produk nonmigas Indonesia.

“Ketika tanggal itu ekspor Indonesia tiba di sana, akan mendapatkan tarif preferensi sebagai yang dijanjikan di IC-CEPA,” ujarnya.

Dengan adanya IC-CEPA ini ekspor Indonesia ke Chile diproyeksikan bisa meningkat 65 persen dari USD158,5 juta pada 2017 menjadi USD262,1 juta pada tahun kelima setelah implemetasi perjanjian. Pengusaha di Tanah Air pun bisa memanfaatkan Chile sebagai hub produk ekspor Indonesia di Amerika Latin.

“Ini sebuah terobosan dagang dan pertama kali Indonesia memiliki perjanjian dagang dengan negara Amerika Selatan. Indonesia membalikan persepsi bahwa jarak dengan Chile bukan halangan tapi peluang,” ujarnya.

Made melanjutkan, perdagangan Indonesia dan Chile pada dasarnya bersifat komplementer. Hal ini membawa keuntungan tidak hanya bagi eksportir tetapi juga pelaku usaha dan konsumen domestik Indonesia.

Dampak positif lain bahkan bisa dapat langsung dirasakan Indonesia seperti pada komoditas tembaga yang menjadi andalan Chile. Dengan adanya IC-CEPA, bea masuk tembaga yang sebelumnya 5 persen akan dihapuskan menjadi 0 persen, sehingga akan menambah banyaknya pemain lain yang memenuhi kebutuhan impor tembaga Indonesia yang banyak dipakai untuk kabel listrik, pipa, mesin industri, dan lain sebagainya.

“Chile merupakan produsen tembaga terbesar di dunia. Setiap tahunnya, Chile mengekspor tembaga rata-rata sebesar USD20,8 milyar atau 3,2 juta ton sedangkan Indonesia membutuhkan rata-rata 215 ribu ton per tahun,” paparnya.

Comments are closed.