BKPM: Investasi Transportasi, Gudang, & Telekomunikasi Serap Investasi Paling Besar

10
47
Kepala Badan Koordinat Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memberikan sambutannya saat meresmikan layanan investasi tiga jam sektor ESDM di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (30/1).Foto: Republika/Agung Supriyanto

Jakarta, NAWACITA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi sektor usaha yang banyak menyerap investasi pada kuartal II/2019.

Data BKPM mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) periode kuartal II/2019 berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp34,5 triliun, 17,2%), Listrik, Gas, dan Air (Rp23,7 triliun, 11,8%), Industri Makanan (Rp17,2 triliun, 8,6%); Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan (Rp16,9 triliun, 8,4%); dan Pertambangan (Rp15,1 triliun, 7,5%).

Untuk periode semester I/2019, sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi juga tetap unggul dengan capaian Rp71,8 triliun atau 18,0 %). Berikutnya adalah Listrik, Gas dan Air (Rp56,8 triliun, 14,4 %); Konstruksi (Rp32,0 triliun, 8,2 %); Industri Makanan (Rp31,9 triliun, 8,1%); serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp31,0 triliun, 7,8%).

Sesuai dilansir Bisnis, Realisasi investasi (PMDN & PMA) selama periode kuartal II/2019 berdasarkan lokasi proyek (lima besar) adalah: Jawa Barat (Rp31,4 triliun, 15,6%); Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Rp29,8 triliun, 14,9%); Jawa Timur (Rp19,4 triliun, 9,7%); Jawa Tengah (Rp14,7 triliun, 7,4%) dan Banten (Rp12,1 triliun, 6,0%).

Sementara itu, Lima besar negara dengan realisasi terbesar, antara lain: Singapura (US$1,7 miliar, 24,5%); Jepang (US$1,2 miliar, 17,5%); China (US$1,1 miliar, 16,2%); Hong Kong (US$0,7 miliar, 10,4%), dan Belanda (US$0,4 miliar, 5,3%).

Secara total, realisasi investasi kuartal II/2019 mencapai Rp200,5 triliun atau naik sebesar 13,7% dibandingkan dengan periode yang sama 2018.

Selama kuartal II/2019, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp95,6 triliun (naik 18,6%) dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp104,9 triliun (naik 9,6%) dibandingkan dengan periode yang sama 2018.

Jika dicermati angka realisasi kuartal II/2019, dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2019, terlihat adanya kenaikan walau hanya tumbuh sekitar 2,8%. Menurut BKPM hal ini mengindikasikan adanya peluang peningkatan realisasi investasi setelah semester I/2019.

“Tentunya tidak lepas dari kondisi politik dalam negeri yang semakin stabil setelah penetapan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019–2024,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/7/2019).