Raih Untung Rp 1,12 triliun, Dari Penjualan Kondominium dan Kantor

64
160
Pakuwon Untung Besar dari Penjualan Kondominium dan Kantor (Foto/Net)

JAKARTA, NAWACITA – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatat perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,36 triliun pada semester I-2019. Laba tersebut meningkat 21,4% dibandingkan semester I-2018 yang mencapai Rp 1,12 triliun.

Adapun pendapatan bersih perseroan pada semester I-2019 mencapai Rp 3,5 triliun, meningkat 3,85% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,37 triliun. Demikian dikutip dari laporan keuangan Pakuwon, Senin (29/7).

Pendapatan perseroan paling banyak bersumber dari penjualan kondominium dan kantor yang mencapai Rp 1,48 triliun. Pada semester I-2018, pendapatan dari penjualan kondominium dan kantor ini mencapai Rp 1,12 triliun.

Kontributor pendapatan selanjutnya dari pendapatan hotel sebesar Rp 226,66 miliar. Kemudian, disumbang pula oleh penjualan tanah dan bangunan sebesar Rp 243,78 miliar. Pendapatan dari penjualan tanah dan bangunan ini menurun dibandingkan pada semester I-2018 yang mencapai Rp 593,1 miliar.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan tercatat meningkat menjadi Rp 1,5 triliun dari beban pada semester I-2018 yang mencapai Rp 1,41 triliun. Beban tersebut paling banyak berasal dari beban gedung sebesar Rp 610,68 miliar dan beban penjualan kondominium dan kantor sebesar Rp 601,92 miliar.

Selain beban pokok pendapatan, perseroan juga mencatat beban penjualan sebesar Rp 101,93 miliar. Kemudian, beban umum dan administrasi sebesar Rp 171,7 miliar dan beban keuangan sebesar Rp 112,85 miliar.

Sedangkan total aset perusahaan sampai semester I-2019 mencapai Rp 25,57 triliun, meningkat 2,23% dibandingkan aset pada semester I-2018 yang mencapai Rp 25,01 triliun. Aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp 9,76 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 15,81 triliun.

Sementara itu, jumlah liabilitas mencapai Rp 9,07 triliun, menurun 6,49% dibandingkan liabilitas pada semester I-2018 yang mencapai Rp 9,7 triliun. Liabilitas ini bersumber dari liabilitas jangka panjang sebesar Rp 4,81 triliun yang paling banyak berasal dari utang obligasi sebesar Rp 3,49 triliun.

Selain itu, liabilitas juga berasal dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 4,26 triliun. Kontributor liabilitas jangka pendek ini adalah pendapatan diterima di muka sebesar Rp 1,17 triliun.

Sementara itu, tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales yang hampir sama dengan tahun lalu sebesar Rp 2,2 triliun. Direktur Pengembangan Bisnis Pakuwon Jati Ivy Wong optimistis bisa mencapai target tersebut, meski industri properti menghadapi banyak tantangan sejak akhir 2018.

Marketing sales tersebut diharapkan bisa berkontribusi terhadap pendapatan perseroan yang ditargetkan bisa bertumbuh high single digit. “Dengan pertumbuhan pendapatan high single digit dan margin tetap, bottom line diharapkan bisa naik seperti top line,” kata dia, baru-baru ini.

Recurring income atau pendapatan berulang masih akan mendominasi pendapatan perseroan tahun ini. Namun, tidak akan jauh perbandingannya dengan revenue recognition (pendapatan penjualan). “Recurring income bisa berkontribusi 52% atau 51%,” ujar dia.

Comments are closed.