Kemenperin Dorong Pertumbuhan Startup Kerajinan dan Batik

33
289
Kemenperin Dorong Pertumbuhan Startup Kerajinan dan Batik.

Jakarta, NAWACITA – Salah satu upaya yang dilakukan Kemenperin adalah dengan menyelenggarakan Innovating Jogja, sebuah kompetisi bagi industri kecil menengah (IKM) kerajinan dan batik di Yogyakarta. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong bermunculannya usaha-usaha rintisan (startup) baru, karena sektor tersebut terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara mengatakan, Indonesia membutuhkan sedikitnya empat juta wirausaha baru untuk turut menguatkan struktur perekonomian nasional saat ini. Pasalnya, rasio wirausaha di dalam negeri masih sekitar 3,1% dari total populasi penduduk. Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa, jumlah wirausaha nasional mencapai 8,06 juta jiwa.

“Meskipun rasio wirausaha di Indonesia sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2%, masih perlu terus digenjot lagi untuk mengejar capaian negara tetangga,” kata Ngakan, di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Dia optimistis, gelaran kegiatan Innovating Jogja mampu menghasilkan startup kerajinan dan batik di Yogyakarta yang produktif, inovatif, dan kompetitif. Hal ini lantaran mereka dapat menggunakan fungsi alih teknologi dan inkubasi hasil-hasil litbang yang diciptakan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta sebagai salah satu balai di bawah BPPI Kemenperin.

“Innovating Jogja juga sebagai upaya untuk merebut peluang dari adanya momentum bonus demografi yang akan dinikmati oleh Indonesia. Selain itu kesiapan kita memasuki era industri 4.0, sesuai penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, yang membutuhkan banyak wirausaha muda sekaligus SDM industri yang kompeten dan melek teknologi,” terang dia,dikutip Investor Daily.

Menurut data Kemenperin, industri batik turut mendorong pertumbuhan gemilang di sektor industri tekstil dan pakaian jadi pada kuartal I-2019, yang mencatatkan posisi tertinggi dengan capaian 18,98%. Kinerja ini melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07% di periode yang sama.

Ekspor batik Nusantara tercatat senilai US$ 52,44 juta pada tahun 2018. Kemenperin menargetkan nilai ekspor batik nasional dapat meningkat hingga 6-8% pada tahun 2019. Industri batik juga menjadi salah satu sektor yang banyak membuka lapangan pekerjaan, dengan didominasi oleh IKM yang tersebar di 101 sentra. Jumlah tenaga kerja di sektor industri batik sebanyak 212 ribu orang.

Comments are closed.