Harga Garam Petani Anjlok karena Mutu di Bawah Standar

0
103

Jakarta, NAWACITA – Harga garam ditingkat petani belakangan ini terus merosot. Turunnya harga garam bahkan tak tangung-tanggung yakni mencapai 50 persen, dari harga semula sebesar Rp 750-800 per kilogram (Kg) kini menyentuh di kisaran Rp 400 per Kg.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono mengatakan, rendahnya harga garam ditingkat petani tersebut dikarenakan kualitas kadar NaCi-nya tidak sesuai dengan standar mutu garam. Hal itu yang menurutnya menyebabkan harga di tingkat petambak anjlok.

“Kondisi yang selama ini masalahnya sepele, barangnya tidak sesuai dengan standar mutu, (tapi petani) minta dihargai dengan harga standar,” katanya saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Agung menjelaskan harga garam yang saat ini anjlok adalah garam dengan kualitas KW 2 dan KW 3. Sedangkan produk garam nasional sendiri terbagi dalam tiga level yakni kualitas level I (K1) sampai dengan (K3)

Dikutip Liputan6.com, Sedangkan menurut standar mutu garam, untuk garam bahan baku industri garam beryodium harus memiliki kadar NaCi sebesar 94,7 persen. Apabila tidak mencapai itu maka kualitas garam dinyatakan tidak masuk standar mutu yang kemudian akan mempengaruhi harga jual.

Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong dan melakukan edukasi kepada para petambak garam agar tidak sekedar memproduksi garam saja. Akan tetapi mempertimbangkan kualitas dari kadar garam itu sendiri.

“Masalah utamanya kta harus edukasi petambak garam untuk tidak sekedar memproduksi garam,” tegasnya. (ANT)