Presiden: Jatim Miliki Potensi untuk Berkontribusi Besar Bagi Perekonomian Nasional

1
88
Presiden Jokowi memimpin Ratas tentang Percepatan Pembangunan Jawa Timur, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (9/7) siang. (Foto: AGUNG/Humas)

Surabaya, NAWACITA – Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan, sektor infrastruktur dan budaya kerja yang dimiliki masyarakat Jatim dinilai sangat mendukung bagi pengembangan investasi di provinsi tersebut.

“Saya melihat baik infrastruktur maupun budaya kerja yang ada di Provinsi Jawa Timur sangat mendukung sekali bagi pengembangan investasi yang ada di sana. Masyarakatnya terbuka dan memiliki produktivitas yang sangat baik,” kata Presiden saat rapat terbatas bersama Gubernur Jatim serta para menteri Kabinet Kerja di Istana Negara Bogor, Selasa (9/7/2019).

Dengan kondisi tersebut, diharapkan Jatim dapat menjadi salah satu provinsi yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, Kepala Negara mengundang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk membahas upaya percepatan pembangunan di Jawa Timur bersama dengan jajaran terkait.

Presiden juga meminta seluruh pihak terkait untuk berfokus pada satu atau dua pekerjaan besar yang dengan itu akan lebih mudah bagi seluruh pihak dalam merealisasikan dan menuntaskan pekerjaan tersebut.

“Mungkin satu, dua, atau tiga. Kita fokus, kita kerjakan benar, tetapi bisa kita selesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya sehingga betul-betul ada sebuah kenaikan yang konkret dalam hal ini pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur maupun mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam rapat terbatas tersebut membahas proyek koneksitas transportasi Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan (Gerbangkertasusila) yang terintegrasi serta pengembangan kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS).

Gubernur mengatakan, pemerintah akan membangun koneksitas, terutama transportasi publik dengan kereta api di wilayah Gerbangkertasusila yang merupakan ring satu dalam peta wilayah industri Jatim, dan telah masuk dalam proyek Bappenas RI untuk disiapkan sebagai sepuluh besar kota metropolitan di Indonesia.

Terkait teknis proyek Gerbangkertasusila, pemerintah akan memanfaatkan jalur-jalur rel kereta api (KA) yang sudah ada, termasuk menghidupkan kembali rel kereta api yang dibangun pada jaman Belanda seperti antara Babat- Jombang. Kemudian, menggunakan jenis kereta api yang selain bisa berjalan di rel, juga bisa berjalan di non rel.

Khofifah juga membahas soal percepatan pengembangan wilayah Bromo-Tengger-Semeru (BTS) yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Salah satunya adalah penyediaan kereta gantung di lokasi tersebut, tujuannya untuk memudahkan wisatawan untuk menyaksikan sunrise di Gunung Bromo.

(Sumber: Diskominfo Prov Jatim/non-Put)

Comments are closed.