Investor Menahan Diri Menunggu Hasil Putusan MK

58
189
Exif_JPEG_420

Jakarta, NAWACITA – Realisasi investasi pada kuartal I-2019 mencapai Rp195,1 triliun atau tumbuh 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun target investasi sepanjang tahun ini sebesar Rp792 triliun. Untuk mencapai target, kepastian hukum menjadi acuan para investor.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan investor saat ini sedang wait and see untuk menanamkan modalnya. Mereka menunggu hasil putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Kamis (27/6/2019), Mahkamah akan memutuskan sengketa hasil Pilpres 2019, dimana putusan tersebut bersifat final dan mengikat. “Pengumuman MK punya pengaruh terhadap risiko stabilitas politik dan berpengaruh terhadap investasi,” ujarnya.

Bhima lantas menambahkan, aksi kericuhan tanggal 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu membuat investor menahan diri. “Adanya ketakutan hal itu terulang, membuat investor asing pada siang ini mencatat nett sells Rp63,6 miliar di bursa saham. Tapi dampak politik bersifat temporer jika kondisi keamanan berjalan kondusif,” terangnya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Adapun pergerakan rupiah hari ini, lebih disebabkan faktor global terkait pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang deadlock.

“Eskalasi perang dagang masih menjadi momok bagi investor global. Ini terlihat dari naiknya indeks dolar AS sebesar 0,15% hari ini. Investor mencoba mencari aset yang lebih aman dengan membeli dolar AS dan menghindari aset di negara berkembang,” jelasnya.

(ant)

Comments are closed.