Bertemu Jokowi, Hipmi-Kadin Bantah Bahas Jatah Kursi Menteri

59
246
Presiden Joko Widodo (tengah), dalam pertemuan bersama sejumlah jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta jajaran pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Pada pertemuan dengan Presiden, Kadin dan Hipmi menyampaikan sejumlah masukan, khususnya terkait perkembangan ekonomi terkini, baik di dalam negeri maupun global. SP/Joanito De Saojoao.

Jakarta, NAWACITA – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membantah kabar bahwa pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta membahas bagi-bagi jatah kursi menteri.  Ketua Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan pertemuan hari ini sama sekali tidak membahas pembagian jatah jabatan menteri untuk kabinet ke depan.

Bahkan, menurut anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) tersebut, isu jabatan menteri sama sekali belum dibahas dalam koalisi pemenangan Jokowi.

“Tapi tugas saya hanya itu, setelah itu kalau dibicarakan untuk kabinet, itu bukan domain saya. Itu kewenangan prerogatif presiden langsung,” ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6).

Sebelumnya, beredar sejumlah pesan di grup pesan singkat yang menyatakan sejumlah pengusaha bakal masuk dalam jajaran menteri di kabinet Jokowi periode kedua. Nama Bahlil pun sempat menjadi salah satu kandidat yang dikabarkan bakal ditawari kursi menteri.

Dalam kesempatan berbeda, pada acara silaturahmi Hipmi belum lama ini, Jokowi juga sempat melempar pandangan bahwa Bahlil cocok menjadi menteri.

“Yang waktu itu disampaikan presiden kan dalam acara keluarga Hipmi, kebetuan presiden adalah senior kami, ya biasa saja. Mungkin kalau ada, hanya bercanda. Itu lebih baik tanya ke presiden lah,” katanya.

Di sisi lain, Bahlil pun enggan membagi proyeksi kesiapannya bila benar diminta orang nomor satu di Indonesia untuk menduduki kursi menteri.

“Jangan berandai-andai. Saya kan orang dari kampung. Dari Papua datang berproses melakukan yang terbaik saja, saya tidak mau berandai-andai,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan kedatangannya dengan para pengusaha lain ke kantor presiden hari ini hanya sebatas membicarakan soal kondisi ekonomi terkini. Sebab, seperti diketahui bahwa prospek pertumbuhan ekonomi dunia kian menurun.

Untuk itu, sambungnya, Jokowi ingin mengetahui pandangan dari para pengusaha terkait kondisi ekonomi riil. Selain itu, kepala negara, katanya, juga meminta masukkan terkait kebijakan ekonomi yang sekiranya dibutuhkan pengusaha untuk mendukung iklim usaha.

“Presiden ingin mendengar langsung kondisi ekonomi sekarang dan apa masukan-masukan ke depan ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani juga menyatakan tidak ada pembahasan soal bagi-bagi jatah kursi menteri. Sebab, yang dibicarakan saat ini hanya fokus pada proyeksi kebijakan ekonomi ke depan yang sekiranya bisa mengakomodasi dunia usaha agar bisa meningkatkan peran dalam menumbuhkan perekonomian. Katanya

(ANT)

Comments are closed.