Tingginya Harga Bahan Pokok, Terletak Pada Masa Panen

10
154

Jakarta, NAWACITA – Perubahan harga pangan dan bahan pokok lainnya, terutama bawang putih dan cabai ikut menyumbang porsi tersendiri dalam inflasi di momen Lebaran ini. Harga kedua bahan pokok tersebut terpantau tinggi terutama di akhir bulan Mei kemarin dan masih naik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution turut angkat bicara.

“Mengenai inflasi, kita bisa bandingkan bahwa pada Lebaran tahun lalu, titik inflasi kita berada pada angka 0,5-0,6%. Inflasi pada Lebaran tahun ini pun diperkirakan pada angka yang sama, mungkin bisa meleset dan bergeser sedikit,” ujar D. N, di Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

Darmin pun mempertanyakan apakah inflasinya tinggi? Jika dibandingkan dengan bulan biasa, tentu saja tinggi, karena angka inflasi di bulan lain selalu berada dibawah 0,3%. “Kalau dibandingkan dengan bulan Lebaran di tahun sebelumnya, angkanya tidak banyak berubah.

“Misalnya harga tiket pesawat yang melambung di tahun ini tidak tentu menjadi faktor tingginya inflasi. Harga cabai dan bawang putih memang boleh melonjak, tapi nantinya juga akan turun lagi. Seperti dikutip CNNI Jelasnya.

Seperti di bulan September-Oktober mendatang masa panen bawang merah dan cabai, jadi permasalahan harga sebenarnya terletak pada waktu panennya.

“Meningkatnya harga belum tentu akan berpengaruh, tapi ketika harganya turun, dia akan mengurangi angka inflasi. Jadi, inflasi tahun ini sebenarnya tidak akan banyak berbeda,” imbuhnya.

(Eyd/ANT)

Comments are closed.