Puncak Perputaran Uang Kedaerah Paling Besar di Indonesia Saat Perayaan Idul Fitri

12
198

Jakarta, NAWACITA – Rp9,7 Triliun Uang Mengalir ke Daerah Mudik Dapat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum Idul Fitri 1440 tahun ini menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat di daerah tujuan mudik.

Ekonomi daerah akan bergerak dan bergairah dengan jumlah transaksi yang sangat signifikan karena perputaran uang yang sangat tinggi sebagai dampak dari uang yang mengalir dari kota Jakarta ke daerah tujuan mudik.

Data Balitbang (Badan penelitian dan pengembangan), Menurut Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2019 dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 14,9 juta. Khusus dari DKI Jakarta jumlah pemudik diperkirakan mencapai 7.346.430 jiwa, atau naik 4 % dari jumlah pemudik tahun 2018 sebesar 7.063.875 jiwa atau setara dengan 2.448.810 keluarga.

“Jika setiap rumah tangga kita rata-ratakan membawa uang paling minim Rp4 juta maka uang yang mengalir ke daerah di Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai Rp9,7 triliun,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, Sabtu (8/6/2019) kemarin.

Uang tersebut mayoritas akan beredar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur dan sebagian di Sumatra (Lampung, Sumatra Barat, Sumatra Selatan) dan sisanya daerah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Dana tersebut diatas belum termasuk remintasi dari TKI Indonesia yang bekerja di luar negeri yang berjumlah hampir 9 juta orang.

“Memang kita agak sulit membuat perhitungan gaji TKI kita di luar negeri karena masing-masing negara berbeda-beda. Akan tetapi kita jika kita membuat perhitungan yang sangat sederhana saja para TKI kita mengirimkan Rp1 juta per orang pada Idul Fitri tahun ini, maka daerah akan menerima perputaran tambahan Rp9 triliun, walaupun kecenderungannya dana tersebut tidak akan dibelanjakan semua”.

Sesuai diinformasikan Sindonews, Belanja konsumsi masyarakat ini akan mampu memberikan kontribusi dalam mengdongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 yang diperkirakan mencapai 5,2%, naik dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 yang hanya mencapai 5,07%. Jelasnya. (Ant/Eyd)

Comments are closed.