Bawang Putih Impor Asal China Membidik Perhatian Pasar Tradisional

57
291

Jakarta, NAWACITA – harga bawang putih merambat naik. Kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional di Indonesia bervariasi. Harga bawang putih impor asal China diindikasikan akan mengalami kenaikan harga akibat perbedaan harga dari panen lama dengan panen baru yang berlangsung pada Juni ini. Kenaikan harga tersebut secara otomatis bakal mengerek lonjakan harga di pasar domestik.

Sebagaimana diketahui, sebesar 90 persen lebih kebutuhan bawang putih nasional masih dipasok impor, utamanya dari Cina. Importir bawang putih mandiri Haryanto membenarkan indikasi kenaikan harga tersebut.

Alasannya, harga bawang putih dari panen lama yang berlangsung dari bulan lalu berbeda dengan panen baru yang berlangsung pada bulan Juni ini di Cina.

“Untuk harga (bawang putih) panen lama itu 1.050 dolar AS per ton, yang panen baru 1.250 dolar AS per ton,” kata Haryanto, seperti dikutip dari Republika (9/6).

Mengenai kenaikan harga diterapkan oleh Cina, maka secara otomatis para importir akan melakukan penyesuaian kenaikan harga sebab biaya modal bertambah. Haryanto menambahkan bahwa informasi mengenai kenaikan harga bawang putih sudah diinformasikan dan akan dicek kembali kepastiannya pada pekan ini.

Untuk bawang putih impor yang sudah masuk dari kuota impor sebesar 300 ribu ton, pihaknya belum memastikan apakah akan menaikkan harga atau tidak sebagaimana informasi yang diterimanya mengenai kenaikan harga dari Cina.

Hanya saja dia mengaku, 10 hari jelang lebaran harga bawang putih mengalami kenaikan sebab stok yang dimiliki importir sudah disalurkan ke pasar sehingga stok yang ada mulai menipis.

“Tapi setelah lebaran katanya barang bakal masuk lagi, ya mudah-mudahan harga bisa relatif terkendali,” kata dia.

Harga bawang putih di tingkat importir saat ini mencapai sekitar Rp 20 ribu-Rp 25 ribu per kilogram (kg). Jika kisaran harga jual kepada pedagang tersebut dapat bertahan, dia memastikan harga bawang putih tidak akan mengalami fluktuasi dan mempengaruhi pasar.

(Ant/Eyd)

Comments are closed.