Harga Bumbu Dapur Turun, Diproyeksi Bikin Inflasi Mei Landai

0
135

Jakarta, NAWACITA – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan inflasi pada Mei diperkirakan lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Meskipun, Mei jatuh bertepatan dengan ramadan dan mendekati idul fitri.

Hal ini dikarenakan harga bahan pangan mulai melorot, seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Diproyeksi, penurunan harga pangan membuat inflasi Mei landai ke bawah 0,44 persen secara bulanan.

Jika benar, inflasi pada ramadan tahun ini berarti lebih rendah dibanding inflasi masa-masa ramadan sebelumnya seperti tahun lalu yang mencapai 0,59 persen dan tahun sebelumnya sebesar 0,69 persen.

Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga bawang putih nasional pada Rabu (29/4) tercatat Rp41.150 per kilogram (kg) atau lebih rendah dibanding sebulan lalu, yakni Rp49 ribu per kg. Sementara, harga rata-rata bawang merah nasional kini sebesar Rp35.600 per kg atau menurun dari bulan lalu, yaitu Rp41.100 per kg.

Meski demikian, harga cabai merah sebetulnya terpantau dalam tren naik, dari Rp35.200 per kg bulan lalu menjadi Rp40.250 per kg. “Jadi, dugaan saya harusnya inflasi Mei lebih rendah karena harga bumbu-bumbuan yang tadinya naik sekarang lebih rendah apabila dibanding bulan lalu,” jelasnya dilansir CNNIndonesia di kantornya, Rabu (29/5).

Kemudian, ia melanjutkan, harga tiket pesawat bisa saja menjadi penyumbang inflasi di Mei meski nilainya tak setinggi bulan kemarin. Ini disebabkan karena ada kebijakan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) pesawat terbang yang turun 14 persen hingga 16 persen pertengahan bulan ini.

“Tapi kalau menyebabkan deflasi, saya rasa (tiket pesawat) masih belum,” terang dia.

Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa inflasi pada pekan ketiga Mei 2019 mencapai 0,55 persen secara bulanan. Angka ini didapat dari hasil survei pemantauan harga Bank Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan inflasi ini memang masih lebih tinggi dibanding bulan lalu. Namun, inflasi ini lebih baik dibandingkan masa ramadan tiga tahun terakhir.

“Ini masih lebih rendah, biasanya pola historisnya hampir mencapai satu persen,” katanya. (ANT)