Dirjen Bea Dan Cukai Sinergi Melakukan Pemberantasan Rokok Ilegal

0
196

Jakarta, NAWACITA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terus melakukan strategi untuk mengurangi peredaran rokok ilegal.

Salah satunya pertemuan antara Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi beserta jajarannya, dengan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam. Pertemuan ini membahas potensi Kabupaten Pamekasan dalam mendukung program Bea Cukai untuk memajukan Pamekasan dan isu-isu strategis lainnya.

Heru menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pamekasan selain untuk menjalin silaturahmi, juga membicarakan terkait hal-hal strategis untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada di Pamekasan. Gayung bersambut, Bupati Pamekasan sangat terbuka dan merespon positif dengan beberapa hal yang dibicarakan.

“Kami berencana untuk mengadakan MoU Pemberantasan Rokok Ilegal untuk Pamekasan yang lebih baik. Bupati juga membicarakan pengendalian dan pembinaan pengusaha rokok yg masih illegal dengan komunikasi, juga pengembangan ekonomi kreatif di Pamekasan agar bisa didukung Bea Cukai untuk Go Internasional dengan diekspor,” ungkap Heru, dilansir Bisnis.com, Senin (3/6/2019).

Pamekasan adalah salah satu kabupaten di Pulau Madura yang merupakan pusat berkembangnya industri rokok. Pamekasan tercatat sebagai penerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau terbesar di Madura sebesar Rp47,19 mikiar sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor-12/PMK.07/2019 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2019.