Tunda Bayar THR Karyawan: Kemnaker Terima 311 Aduan

3
179

Jakarta, NAWACITA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima 311 aduan terkait persoalan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Aduan tersebut masuk pada periode Senin (20/5) sampai Jumat (31/5) pukul 11.00 WIB.

Kasubdit Pengawasan Norma Waktu Kerja Waktu Istirahat (WKWI) dan Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan FX Watratan mengatakan ada tiga bentuk aduan yang masuk, yakni THR yang belum dibayarkan, perusahaan telat membayar THR, dan jumlah THR yang dibayarkan kurang dari yang seharusnya.

Menurut Watratan dari 311 pengaduan tersebut, yang belum dibayarkan ada 240 pengaduan, sudah dibayarkan tapi kurang jumlahnya ada 54, dan terlambat dibayarkan 17,” ungkap Watratan kepada awak media Jumat (31/5). Seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Ia mengatakan satu pengaduan tidak selalu berarti satu orang. Beberapa pengaduan justru mewakili rekan kerja lainnya yang juga bekerja di perusahaan yang sama.

“Ini karena masih kami olah lagi, karena ada satu perusahaan tapi sampai beberapa orang yang mengadu, ini masih diolah terus nanti bisa saja berkurang karena jumlah sebenarnya pas posko THR tutup,” terang dia.

Saat ini, pemerintah membuka posko THR mulai 20 Mei 2019 atau h-15 atau h-16 sebelum Lebaran. Posko ini akan ditutup pada 10 Juni 2019 mendatang.

Dari segi asal tempat bekerja, kebanyakan yang mengadu adalah karyawan swasta di DKI Jakarta. lanjut Watrawan,

Selain itu, beberapa pengaduan juga datang dari karyawan yang bekerja di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. (ANT/Nw)

Comments are closed.