Jelang Lebaran, Masyarakat Harus Bijak Pakai Pinjaman Online

11
295

Jakarta, NAWACITA – Jelang Lebaran 2019, perencana keuangan meminta masyarakat agar pintar dalam memanfaatkan pinjaman dari perusahaan teknologi finansial (pinjaman online).

Hal ini untuk mencegah timbulnya masalah karena ketidakmampuan masyarakat dalam mengembalikan pinjaman.

“Yang jelas, yang namanya pinjaman harus dikembalikan, maka sebelum memutuskan untuk meminjam, mesti terlebih dahulu punya rencana pengembaliannya.

“Jelang lebaran Kebutuhan pinjaman biasanya meningkat, baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif,” ujar Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah kepada awak media, Rabu (15/5).

Dari sisi konsumsi, masyarakat disinyalir menggunakan pinjaman jangka pendek untuk menalangi pembelian berbagai kebutuhan yang disegerakan. Terlebih masyarakat akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Misalnya, jika membeli tiket mudik pada saat THR turun, harga tiket bisa semakin mahal atau malah habis. Untuk itu, alternatif masyarakat bisa menggunakan dana pinjaman tunai melalui pinjaman online dengan jangka waktu pelunasan pada saat gaji turun maupun THR cair.

Selain itu, dana pinjaman juga dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan lebaran dengan lebih nyaman. “Kalau mendekati lebaran kan biasanya toko-toko sudah penuh,” terang Wulan.

Di sisi produksi, lanjut Wulan, dana pinjaman Online bisa menjadi modal untuk memperbanyak stok produksi bagi pelaku usaha mikro yang memanfaatkan platform e-commerce. Dengan demikian, bisnis tidak kehilangan momentum peningkatan permintaan selama periode ramadan hingga lebaran.

Melalui pinjaman Online, pelaku usaha bisa mendapatkan pinjaman modal dalam waktu singkat yang sulit dilakukan oleh bank.

“Dengan penjualan yang akan meningkat, mereka jadi ada yang menjembatani modal. Kalau dulu kan tidak punya alternatif,” jelasnya.

Terkait bunga pinjaman online, penentuan bunga di bulan puasa masih seperti biasa. Wulan menilai masyarakat tidak perlu khawatir akan terlilit utang dengan bunga selangit. Sebab, bunga pinjaman dengan batas maksimal 0,8% per hari dengan batas maksimal bunga dan biaya lainnya tidak lebih dari 100 persen dari nilai pinjaman.

Sama seperti bisnis lainnya, momentum ramadan dan lebaran bisa menjadi peluang pelaku pasar untuk memberikan program promosi.

Comments are closed.