Sukses dengan Properti Hunian, CSIS Merangsek Bisnis Pergudangan

11
287
Ilustrasi bisnis pergudangan.

Jakarta, NAWACITA – PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berencana merangsek ke bisnis pergudangan di kawasan Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) pada tahun 2019 ini.

Direktur Utama CSIS, Au Bintoro mengatakan bahwa masuknya perseroan ke bisnis pergudangan sebagai jurus penguatan pendapatan berkesinambungan (recurring income).

“Tahun ini, kami berharap bisa menggaet penyewa untuk bisnis pergudangan,” kata Au Bintoro dalam keterangannya yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Dia menambahkan, gudang yang dibangun perseroan berdiri di atas lahan seluas 10 hektar yang akan dibangun bertahap. Bisnis pergudangan bagian dari sayap bisnis konstruksi perseroan. Selain pergudangan, bisnis lainnya adalah pengadaan furniture dan pembangunan pabrik.

Menurut dia, tahun 2019 bisnis sewa gudang diyakini memperkuat keuangan perseroan. Jumlah pendapatan yang bakal dikantongi cukup signifikan. Hal tersebut mengingat luas area yang dimiliki dan calon penyewa utama adalah perusahaan cukup ada nama.

“Kini, kami dalam tahap pembahasan perjanjian dengan calon penyewa gudang,” papar Au Bintoro.

Perseroan selama ini mengandalkan bisnis properti hunian untuk mendulang pendapatan. Proyek utama saat ini adalah Pine Garden, hunian tapak dua lantai di kawasan Bogor.

Tahun 2017, hunian Pine Garden dibanderol 700 juta hingga 900 juta rupiah per unit, namun kini dilego berkisar 1,1 miliar hingga 1,5 miliar rupiah per unit, tergantung type nya.

“Prospek Pine Garden sangat menjanjikan, selain capital gain, proyek kami juga menghadirkan hunian yang nyaman dan ramah lingkungan,” jelas Au Bintoro.

Pada 2019, CSIS menargetkan pendapatan secara marketing 150 miliar rupiah dari Pine Garden. Hingga kini, mereka telah menjual 129 unit hunian di Pine Garden. Target hingga Desember 2019, sudah mulai serah terima secara bertahap.

Pine Garden merupakan bagian dari Olympic City seluas 25 hektar yang kelak menjadi pusat kawasan bisnis (Central Business District /CBD) Bogor. Selain hunian tapak, nantinya di Olympic City juga hadir hunian vertikal (apartemen), perkantoran, dan mal Olympic Interjunction seluas 90 ribu meter persegi.

Menurut perkiraan, tahun 2019, CSIS akan menggarap proyek senilai 200 miliar rupiah, hal ini merupakan bagian dari langkah perseroan untuk memperkuat kinerja keuangan.

CSIS tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana (Initial Public Offering /IPO) pada 10 Mei 2017 dengan menawarkan harga perdana 300 rupiah per saham. Perseroan melepas 207 juta saham dan meraih dana 62,10 miliar rupiah dari pasar modal.

Red: Man
Sumber: Rilis

Comments are closed.