Harga Tiket Pesawat Naik, Kemenhub akan Evaluasi

0
189

Jakarta NAWACITA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyoroti persoalan naiknya harga tiket pesawat yang menukik tajam, hingga mencekik konsumen.

Menhub Budi Karya Sumadi menyebutkan, perusahaan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket pesawat selama kuartal I/2019, lantaran persaingan antar perusahaan. Mereka bersaing mendapatkan keuntungan untuk bertahan hidup.

“Penyebab tentu berkaitan dengan persaingan, keinginan untuk mendapatkan keuntungan. Keinginan untuk survival dari masalah-masalah korporasi,” jelas Menhub, Senin (8/4).

Meskipun begitu, Budi mengatakan, sejak seminggu terakhir sejumlah maskapai memang terpantau menurunkan tarif. Penurunannya pun ada yang sampai 50% dari nominal tarif batas atas.

Ia mencatat, saat ini grup maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air sudah menurunkan harga tiket penerbangannya.

“Ada yang menurunkan tiket bahkan ada yang 50%. Saya akan mengevaluasi dalam satu pekan ke depan, apabila masih terdapat tarif-tarif yang bervariasi, sebagian yang terjangkau, pemerintah akan berlakukan ketentuan yang berkaitan dengan subprice,” ungkapnya.

Meski begitu, Menhub menegaskan tetap akan ada evaluasi. Sebenarnya, lanjut Budi Karya, pemerintah tidak ingin terlalu memberi intervensi dalam penerapan harga tiket oleh maskapai.

“Saya belum cek detail apakah maskapai tidak menuruti dengan yang kita pikirkan, tetapi apabila tidak menurut dengan apa yang kami diskusikan, kami akan intervensi,” jelasnya.

“Tapi kita sepakat untuk memberikan suatu ruang-ruang harga yang memungkinkan untuk masyarakat banyak, tanpa membuat korporasi berat,” tambahnya.

Sebelumnya seperti diberitakan, Menteri Perhubungan sudah turun tangan merespons keluhan masyarakat mengenai harga tiket pesawat yang mahal. Dengan kewenangan yang dimiliki, Menhub menerbitkan aturan baru.

Aturan tersebut tertuang dalam Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang diteken pada 28 Maret lalu.

Selain itu, Menteri Perhubungan (Menhub) juga meneken aturan turunannya, yaitu Keputusan Menhub (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, sehari setelahnya, 29 Maret 2019.

Dengan aturan baru ini, maka Permenhub 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan Dan Penetapan Tarif Batas Atas Dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga berjadwal Dalam Negeri tidak lagi berlaku. Lantas, benarkah aturan baru ini solusi atas mahalnya tiket pesawat?

Dalam aturan baru, pemerintah mengubah aturan tarif batas bawah menjadi 35% dari tarif batas atas. Sebab, sebelumnya, tarif batas bawah hanya 30% dari tarif batas atas. Aturan tersebut mulai berlaku pada 1 April 2019.

Artinya, ada kenaikan 5% pada tarif batas bawah dibandingkan aturan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi tanda tanya besar mengingat tuntutan masyarakat adalah agar harga tiket pesawat turun.