Resmikan PLTU Cilacap, Presiden Jokowi: Listrik Harus Mengalir Hingga Pedesaan

60
173
Presiden Jokowi saat meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 660 MW, di Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2). (Foto: Humas/Rahmat)

Jateng, NAWACITA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 660 MW, di Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2).

Dalam sambutanya, Presiden Jokowi menuturkan bahwa listrik tidak hanya untuk kepentingan ekonomi atau industri saja namun juga kebutuhan bagi desa-desa terpencil sebagai penerangan khususnya untuk para pelajar yang belajar di malam hari.

“Industri rumah tangga yang ada di desa-desa juga bisa bekerja di malam hari yang biasanya tidak bisa bekerja. Inilah pentingnya listrik,” ujar Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa listrik kalau di Jawa mungkin sudah tidak begitu masalah, tetapi kalau di Indonesia di bagian timur, pulau-pulau terpencil, desa-desa terpencil, empat tahun lalu masih banyak yang belum ada listriknya.

“Kalau kita mungkin tahun berapa? ’70-an masih pakai lampu, lampu templok, teplok nggih, lampu sentir atau lampu teplok masih seperti itu, terutama di Indonesia bagian timur,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan bahwa sebagaimana target dari Kementerian ESDM akhir tahun 2019 ini 99,9 persen listrik harus sudah masuk ke semua desa dan rumah tangga yang ada di seluruh Tanah Air.

“Sehingga, tadi disampaikan oleh Pak Menteri ESDM sekarang ini sudah 98,2; 98,2 listrik di Indonesia ini sudah masuk ke rumah-rumah yang di desa-desa terpencil, tinggal kecil sekali, tinggal 1,8 yang belum,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Comments are closed.